Purek I: Puasa Obati 5 Penyakit Pegawai

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Masjid Al-Jami’ah , BERITA UIN Online–Ibadah puasa Ramadhan dapat menghilangkan lima penyakit yang sering menyerang para pegawai, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kelima penyakit itu adalah “kudis” (kurang disiplin), “asma” (asal mengisi absen), “TBC” (tidak bisa computer), “pucat” (pulang cepat), dan “kram” (kurang terampil). Selain lima penyakit itu, terdapat pula penyakit “asam urat” (asal masuk uring-uringan dan penyakitnya kumat).

“Bagi orang yang berpuasa karena Allah, maka penyakit itu dengan sendirinya bisa terobati, karena puasa mendidik seseorang untuk disiplin dari sebelum Subuh sampai masuk Maghrib,” ujar Pembantu Rektor Bidang Akademik (Purek I) Prof Dr Moh Matsa HS MA di Masjid Al-Jami’ah, Selasa (24/7) pada acara tausiah Ramadhan in Campus 2012.

Menurutnya, ibadah puasa tidak sekadar menahan makan dan minum atau menahan yang dihalalkan Allah. Lebih dari itu, puasa menjamin pelakunya untuk menjadi manusia yang sempurna.”Kesempurnaan seseorang itu pada ketakwaannya. Dan itu hanya bisa diraih dengan ibadah puasa,”katanya.

Nilai-nilai ketakwaan itulah yang mesti diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di kantor, dan dalam bermasyarakat oleh orang yang berpuasa. “Jika nilai-nilai takwa itu dilaksanakan maka penyakit-penyakit itu tidak ada,”tandas dia.

Dari hasil penelitiannya pada ayat-ayat Alquran, aku Guru Besar Bahasa Arab itu, tidak ditemukan korelasi langsung antara salat, zakat, haji, atau ibadah lainnya dengan ketakwaan.”Tapi kalau ayat puasa disitu jelas tujuannya untuk membentuk manusia bertakwa,”paparnya.

Ditambahkannya, seseorang sulit dan berat berpura-pura dalam ibadah puasa. Alasannya, jika seseorang berpura-pura ikut puasa itu akan ketahuan. Mereka yang berpura-pura puasa tidak akan mendapatkan apa-apa, kecuali lemas dan lapar saja.

Berbeda dengan ibadah yang lain, seperti salat, zakat, dan haji.”Orang tidak tahu kita seolah-olah rajin salat, zakat, atau lainnya. Kalau puasa tidak bisa,”katanya.

Oleh karena itu pula, tegas Prof Matsna, dalam Islam ibadah Ramadhan punya keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan indah-ibadah yang lain. Disnilah pentingnya seseorang bersungguh-sungguh berpuasa hanya karena Allah SWT semata. “Seseorang yang berpuasa itu tidak boleh karena yang lain, tapi harus karena Allah semata,”tandasnya. (D antariksa/Sdn)