Purek I: Plagiarisme Gugurkan Gelar Kesarjanaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online–UIN Jakarta mengingatkan kepada civitas akademika untuk menghindari praktik plagiarisme. Bagi mahasiswa yang melakukan tindakan tersebut, maka gelar akademiknya akan dicopot. “Kita sudah tegas soal plagiarisme ini. Gelar mereka akan kita copot. Kita tidak main-main,” ujar Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr H M Matsna HS di ruang kerjanya, Gedung Rektorat Lt. 2, Kamis (19/4).

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

Menurutnya, plagiarisme adalah tindakan tidak terpuji bagi seorang (calon) sarjana. Oleh karena itu, kata Guru Besar Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) itu, mahasiswa UIN Jakarta harus menghindarinya.

Dijelaskannya, UIN Jakarta telah membentuk tim pencegahan plagiarisme. Jika ada laporan plagiarisme yang valid  oleh sarjana UIN Jakarta, maka UIN Jakarta akan mencabut gelar tersebut.” Yang bersangkutan harus mengembalikan ijazahnya,” sambung dia.

Tidak hanya itu, katanya. Jika ditemukan dosen dan peneliti di UIN Jakarta yang melakukan plagariasme atas karya ilmihanya, baik berupa tesis, disertasi atau lainnya, maka UIN Jakarta akan menyampaikan kepada perguruan tinggi tempat belajar yang bersangkutan untuk mencabut gelar akademik yang diraihnya. “Kita juga sedang menyiapkan kode etik ini,”tandasnya.

Berdasarkan laporan yang masuk ke tim pencegahan plagiarisme, papar Prof Matsna, mereka yang telah dinyatakan melakukan plagiarisme telah diberikan hukuman yang cukup berat.”Kita telah memberikan sanksi kepada mereka dengan sanksi yang berat,”imbuhnya.

Ia menambahkan, pemberian berbagai bentuk sanksi itu juga dilihat pula faktor-faktor penyebab seseorang melakukan plagiarisme. “Tapi bagaimanapun tindakan ini tidak dibenarkan,”tuturnya. (D. Antariksa)