Puluhan Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta Ikuti Upgrading Skill

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gd. PLP, BERITA UIN Online— Fakultas Psikologi UIN Jakarta menggelar pelatihan konseling dan psikoterapi praktis. Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa tentang konseling dan psikoterapis praktis ini dilaksanakan di ruang pertemuan Pusat Layanan Psikologi (PLP) lt. 3 Psikologi UIN Jakarta, Selasa-Rabu (25-27/05), serta akan hadir sebagai narasumber pada pelatihan ini Asep Khaerul Gani S.Psi, dan diikuti puluhan mahasiswa serta tamu undangan.

Pada tahun ini, acara akan dibagi menjadi dua gelombang. Hal ini dilakukan dalam rangka efektifitas dan efisiensi waktu yang tersedia dan memaksimalkan penyerapan materi. Oleh karenanya, gelombang kedua akan dilaksanakan pada Rabu-Jum’at (1-3/06).

Demikian disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni Fakultas Psikologi (FPsi) UIN Jakarta Dr Diana Muti’ah M.Si saat ditemui tim BERITA UIN Online. Ditambahkannya, “perbedaan dari pelaksanaan tahun lalu hanya pembagian kegiatan menjadi dua gelombang, hal ini dikarenakan peserta yang mendaftarkan diri cukup banyak. Oleh karenanya, agar penyerapan materi dan kegiatan berjalan kondusif maka dibagi menjadi dua gelombang,” papar Diana.

Masih menurutnya, untuk tata tertib workshop tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yakni seluruh peserta harus mengikuti pelatihan secara penuh, dan apabila tidak maka dinyatakan gugur.

Dalam presentasinya, Asep mengungkapkan bahwa pemecahan masalah pasien dan pasien itu sendiri merupakan penentu tujuan terapi dalam konseling dan psikoterapi modern. Kemudian dalam prosesnya berfokus pada sumberdaya klien untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkanya.

“Bukan hanya dengan berorientasi pada masalah yang sering membuat klien dan konselor menjadi bingung, karena pada akhirnya jika konseling dan psikoterapi berientasi pada masalah hasilnya adalah memelihara masalah itu sendiri,” paparnya. (Laporan Risa Dwi Ratnasari)