Puluhan Mahasiswa Ikuti Pelatihan Riset Ilmiah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Rg. Diorama, BERITA UIN Online— 43 orang mahasiswa-mahasiswi mendapat pelatihan riset karya ilmiah dua hari yang dilaksanakan Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta di Ruang Diorama, Senin-Selasa (05-06/10). Pelatihan diharap menguatkan tradisi riset akademik di kalangan mahasiswa UIN Jakarta.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Yusron Razak MA mengungkapkan, ke-43 mahasiswa peserta berasal dari sejumlah fakultas. Selain Fakultas Ushuluddin, terbanyak peserta berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

Menurut Guru Besar Antropologi ini, pelatihan riset ilmiah bertujuan mengenalkan kegiatan riset dalam level lebih serius. “Melalui program ini kita bisa menanamkan tradisi riset ilmiah sejak mereka masih duduk di bangku sarjana,” jelasnya.

Hadir sebagai narasumber beberapa dosen-peneliti di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Diantaranya Ketua LP2M Dr. M. Arskal Salim GP MA, Dr Rena Latifa, Ketua Puslitpen Wahdi Sayuti MA, dan Sekretaris LP2M Dr Imam Subchi MA.

Dalam pelatihan tersebut, Arskal menyampaikan materi Metode Penelitian Kualitatif. Berbeda dengan Arskal, Rena menyampaikan materi Metode Penelitian Kuantitatif.

Adapun Wahdi dan Subchi, masing-masing menyampaikan materi Teknik Pembuatan Proposal Penelitian dan Teknik Pembuatan Laporan Hasil Penelitian. Di sesi akhir, peserta juga mendapat materi Penulisan Karya Ilmiah.

Muhammad Hanifudin, Peserta Mahasiswa Semester IX Ilmu Politik FISIP, mengaku mendapat banyak pengetahuan tentang penulisan karya ilmiah dibanding materi di kelas. Begitu juga, Hikmawati, Peserta Mahasiswai Semester III KPI FIDIKOM, mengaku tertantang untuk mendalami penulisan riset.

Sedangkan Ika Wahyuni, Mahasiswi Peserta Semester IX PA-FU, mengaku dengan pelatihan ini ia merasa terbantu dalam mengerjakan penulisan karya ilmiah skripsinya.

“Mudah-mudahan program riset ini jadi program reguler dan bisa dilaksanakan dalam jangka waktu lama. Bila memungkinkan, narasumber dan materinya juga lebih diperkaya,” harap Hanifuddin. (LRF/ZM)