PU Gelar Diskusi Sastra

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone





 

Reporter: Elly Afriani

 

Perpustakaan Utama, UINJKT Online — Ratusan mahasiswa memadati Perpustakaan Utama (PU) untuk mengikuti Diskusi Buku dan Proses Kreatif Menulis bertajuk ”Perempuan di antara Dua Dunia” bersama sastrawan Kanada Camilla Gibb, Rabu (22/10). Diskusi ini juga menghadirkan penulis novel Islami Asma Nadia yang juga penerjemah novel karya Camilla Gibb berjudul Lilly, Femmy Syahrani.

 

Camilla dalam diskusi tersebut menjelaskan tentang proses kreatif yang dia lakukan saat menulis novel Lilly. Dia besar di Toronto dan memiliki lingkungan sangat beragam, termasuk tetangga yang berasal dari Timur Tengah. Dia menyatakan kekaguman dengan kebudayaan Islam yang salah satunya mengajarkan tentang kedamaian dan toleransi. Itu sebabnya, dia tertarik untuk mempelajari kebudayaan Islam, dan kemudian memasukkan unsur tersebut dalam novelnya.

 

Selain itu, Camilla juga memberikan semangat kepada mahasiswa untuk berani menjadi penulis dan menjadikan menulis sebagai pilihan hidup. Hal yang sama dilakukan Asma Nadia. Penulis yang aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) ini mengajak mahasiswa untuk menulis sebagai bentuk terapi jiwa.

 

”Dengan menulis kita mengabadikan hidup kita. Daripada bersedih dan meluapkan emosi dengan tindakan negatif, lebih baik menuliskannya sehingga bisa menjadi sebuah karya,” tutur Asma.

 

Novel berjudul Lilly menceritakan tentang gadis kecil yatim piatu bernama Lilly yang menjadi anak angkat seorang sufi Maroko, Abdal Akbar. Lilly berusaha mengenal hidup. Sampai dia menemukan figur seorang kakak pada diri Hussein. Dengan Hussein, Lilly hijrah ke Harar, Etiopia. Di sana, ia belajar Islam dan menjadi guru mengaji. Namun, saat terjadi tragedi kelaparan yang menewaskan ratusan ribu orang pada 1984, Lilly mengungsi ke London. Padahal saat itu, dia sudah mulai menemukan kebahagiaan dan sanggahan hati.

 

Camilla Gib adalah penulis kelahiran London, Inggris, namun besar di Toronto, Kanada. Dia menyelesaikan studinya di bidang antropologi dan studi Timur Tengah di University of Toronto. Camilla mendapatkan gelar doktornya dari Oxford University pada 1997.

 

Dia dinobatkan oleh Orange Price Jury sebagai salah satu di antara 21 penulis yang sangat diperhitungkan pada masa mendatang.

 

Menurut, Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Kelembagaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, acara ini merupakan bentuk kerjasama antara UIN Jakarta dan penerbit Mizan. ”Ini salah satu acara menjelang peresmian Canadian Corner di Perpustakaan Utama UIN Jakarta,” tegasnya.*

PU Gelar Diskusi Sastra

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone





 

Reporter: Elly Afriani

 

Perpustakaan Utama, UINJKT Online — Ratusan mahasiswa memadati Perpustakaan Utama (PU) untuk mengikuti Diskusi Buku dan Proses Kreatif Menulis bertajuk ”Perempuan di antara Dua Dunia” bersama sastrawan Kanada Camilla Gibb, Rabu (22/10). Diskusi ini juga menghadirkan penulis novel Islami Asma Nadia yang juga penerjemah novel karya Camilla Gibb berjudul Lilly, Femmy Syahrani.

 

Camilla dalam diskusi tersebut menjelaskan tentang proses kreatif yang dia lakukan saat menulis novel Lilly. Dia besar di Toronto dan memiliki lingkungan sangat beragam, termasuk tetangga yang berasal dari Timur Tengah. Dia menyatakan kekaguman dengan kebudayaan Islam yang salah satunya mengajarkan tentang kedamaian dan toleransi. Itu sebabnya, dia tertarik untuk mempelajari kebudayaan Islam, dan kemudian memasukkan unsur tersebut dalam novelnya.

 

Selain itu, Camilla juga memberikan semangat kepada mahasiswa untuk berani menjadi penulis dan menjadikan menulis sebagai pilihan hidup. Hal yang sama dilakukan Asma Nadia. Penulis yang aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) ini mengajak mahasiswa untuk menulis sebagai bentuk terapi jiwa.

 

”Dengan menulis kita mengabadikan hidup kita. Daripada bersedih dan meluapkan emosi dengan tindakan negatif, lebih baik menuliskannya sehingga bisa menjadi sebuah karya,” tutur Asma.

 

Novel berjudul Lilly menceritakan tentang gadis kecil yatim piatu bernama Lilly yang menjadi anak angkat seorang sufi Maroko, Abdal Akbar. Lilly berusaha mengenal hidup. Sampai dia menemukan figur seorang kakak pada diri Hussein. Dengan Hussein, Lilly hijrah ke Harar, Etiopia. Di sana, ia belajar Islam dan menjadi guru mengaji. Namun, saat terjadi tragedi kelaparan yang menewaskan ratusan ribu orang pada 1984, Lilly mengungsi ke London. Padahal saat itu, dia sudah mulai menemukan kebahagiaan dan sanggahan hati.

 

Camilla Gib adalah penulis kelahiran London, Inggris, namun besar di Toronto, Kanada. Dia menyelesaikan studinya di bidang antropologi dan studi Timur Tengah di University of Toronto. Camilla mendapatkan gelar doktornya dari Oxford University pada 1997.

 

Dia dinobatkan oleh Orange Price Jury sebagai salah satu di antara 21 penulis yang sangat diperhitungkan pada masa mendatang.

 

Menurut, Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Kelembagaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, acara ini merupakan bentuk kerjasama antara UIN Jakarta dan penerbit Mizan. ”Ini salah satu acara menjelang peresmian Canadian Corner di Perpustakaan Utama UIN Jakarta,” tegasnya.*