Jakarta, BERITA UIN Online—  Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global (PTSG), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Jakarta merekomendasikan pemberdayaan ekonomi bagi kalangan muda potensial guna menghindarkan mereka dari persuasi terorisme. Kemandirian ekonomi amat potensial dalam menekan potensi radikalisme mengatasnamakan agama.

Demikian disampaikan Direktur PTSG FISIP Badrus Sholeh memaparkan hasil riset berjudul Assesmen Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda dalam Menangkal Radikalisme di Hotel Grand Syahid Jaya, DKI Jakarta, Rabu (20/12/2017). Menurutnya, riset dilakukan dalam rentang 25 Agustus sampai 25 September 2017.

Riset juga menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 100 responden, 10 Focus Group Discussion (FGD) dan observasi di lima kota. Kelimanya ada di lima provinsi, yaitu Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik (Kalimantan Utara), Poso (Sulawesi Tengah), Solo (Jawa Tengah), Lamongan (Jawa Timur), dan Medan (Sumatera Utara).

Dalam pemaparannya, Badrus mengatakan bahwa ekonomi mempunyai peran penting dalam mengubah pengalaman masa lalu para pelaku kekerasan untuk berintegrasi dalam masyarakat dan perdamaian melalui program ekonomi.

“Mayoritas yang kami temukan memiliki kepercayaan diri ketika mereka melakukan usaha. (Mereka dalam menjalankan usaha ekonominya) tidak hanya dibantu pemerintah tapi juga dibantu komunitas,” katanya.

Badrus meyakini ekonomi memiliki peranan sangat penting, karena menurutnya, banyak pemuda yang diajak oleh Islamic State Irak and Syria (ISIS), tapi mereka mampu menahan diri untuk tidak ikut. Hal itu karena kepercayaan diri mereka untuk membangun kemandirian ekonomi.

Badrus menambahkan, hasil riset membantah teori yang didengungkan Barat bahwa ekonomi tidak mampu menyelesaikan masalah terorisme dan radikalisme.  Sebaliknya, riset menjadi koreksi penting bahwa selama ini barat hanya melihat Osama Bin Laden, Hambali atau orang-orang yang kaya pelaku terorisme.

Yes, mereka tidak bisa diubah secara ekonomi, tetapi mayoritas anak-anak muda terutama yang berangkat ke Suriah, mereka juga punya alasan ekonomi yang menjadi daya tarik mereka aktif dalam terorisme,” tambahnya.

Dari hasil riset tersebut, PSTPG sendiri menyodorkan rekomendasi pentingnya inovasi dan pendamping usaha terhadap kaum muda perlu diberikan, baik oleh pengusaha, stakeholder maupun dinas atau kementerian terkait. Selanjutnya, program ekonomi perlu dilakukan dalam jangka panjang dan berkesinambungan melalui strategi yang jelas. Rekomendasi ditujukan kepada BNPT dan Menkopolhukam untuk mempertimbangkan strategi jangka panjang.

“Lainnya, perlunya koordinasi antar stakeholder, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sipil dalam melakukan program ekonomi bagi kaum muda yang lebih komprehensif. Rekomendasi ditujukan kepada Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial dan Dinas Agama untuk lebih aktif koordinasi dalam program ekonomi bagi kaum muda,” tambahnya. (ns/yuni nk/zm)

Share This