PT Harus Ajarkan Mahasiswa Anti Korupsi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah

 

Masjid Al Jamiah, UINJKT Online - Menjamurnya permasalahan korupsi yang melanda negeri ini, membuat para akademisi dari perguruan tinggi harus bekerja keras untuk menggembleng mahasiswanya. Hal ini bisa dilakukan melalui kebijakan pemerintah dengan memasukan mata kuliah anti korupsi atau dengan presentasi di sela-sela perkuliahan.

 

“Kita prihatin, sebagai negara Islam yang banyak pegawai pemerintahnya masih berbuat korupsi. Para dosen seyogyanya menggembleng mahasiswanya agar dapat menghindari korupsi. Sehingga kelak ketika menjadi pegawai di pemerintahan, bisa meminimalisir perilaku korupsi,” ujar Dr Sukron Kamil saat khutbah Jumat di Masjid Al Jamiah SC, Jumat (7/11).

 

Hal ini dilakukan karena korupsi itu identik dengan hukum, tetapi pada kenyataannya praktek-praktek korupsi ini terjadi karena telah rusaknya moral seseorang, dan untuk itulah maka korupsi harus diberantas atau diantisipasi melalui jalur pendidikan.

 

Menurutnya, korupsi yang masih booming di Indonesia dan masih dilakukan para pegawai pemerintahan, terjadi karena lembaga-lembaga tinggi negara juga bertindak koruptif, sehingga berimbas pada semua level pemerintahan.

 

Kemudian, lanjut dia, seiring kebijakan otonomi daerah, dimana wewenang atau kekuasaan pada suatu wilayah diatur oleh pemerintah daerah yang bersangkutan, tindak pidana korupsi malah semakin menjadi-jadi. Karena itu, lembaga hukum harus ekstra waspada.

 

Di tengah kondisi demikian, rasanya sulit menemukan pemimpin yang amanah dan anti korupsi. Karena itu, jalan yang paling strategis adalah dengan mengajarkan kepada generasi muda calon pemimpin masa depan mata kuliah anti korupsi.

 

“Kita sebagai Perguruan Tinggi (PT) agar mengajarkan kepada generasi mendatang untuk menolak dan mengecam perbuat korupsi tersebut,” paparnya. (Nif/Ed)

PT Harus Ajarkan Mahasiswa Anti Korupsi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah

 

Masjid Al Jamiah, UINJKT Online - Menjamurnya permasalahan korupsi yang melanda negeri ini, membuat para akademisi dari perguruan tinggi harus bekerja keras untuk menggembleng mahasiswanya. Hal ini bisa dilakukan melalui kebijakan pemerintah dengan memasukan mata kuliah anti korupsi atau dengan presentasi di sela-sela perkuliahan.

 

“Kita prihatin, sebagai negara Islam yang banyak pegawai pemerintahnya masih berbuat korupsi. Para dosen seyogyanya menggembleng mahasiswanya agar dapat menghindari korupsi. Sehingga kelak ketika menjadi pegawai di pemerintahan, bisa meminimalisir perilaku korupsi,” ujar Dr Sukron Kamil saat khutbah Jumat di Masjid Al Jamiah SC, Jumat (7/11).

 

Hal ini dilakukan karena korupsi itu identik dengan hukum, tetapi pada kenyataannya praktek-praktek korupsi ini terjadi karena telah rusaknya moral seseorang, dan untuk itulah maka korupsi harus diberantas atau diantisipasi melalui jalur pendidikan.

 

Menurutnya, korupsi yang masih booming di Indonesia dan masih dilakukan para pegawai pemerintahan, terjadi karena lembaga-lembaga tinggi negara juga bertindak koruptif, sehingga berimbas pada semua level pemerintahan.

 

Kemudian, lanjut dia, seiring kebijakan otonomi daerah, dimana wewenang atau kekuasaan pada suatu wilayah diatur oleh pemerintah daerah yang bersangkutan, tindak pidana korupsi malah semakin menjadi-jadi. Karena itu, lembaga hukum harus ekstra waspada.

 

Di tengah kondisi demikian, rasanya sulit menemukan pemimpin yang amanah dan anti korupsi. Karena itu, jalan yang paling strategis adalah dengan mengajarkan kepada generasi muda calon pemimpin masa depan mata kuliah anti korupsi.

 

“Kita sebagai Perguruan Tinggi (PT) agar mengajarkan kepada generasi mendatang untuk menolak dan mengecam perbuat korupsi tersebut,” paparnya. (Nif/Ed)