PSW UIN Jakarta Berdayakan Majelis Taklim

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah dan Nur Hasanah

Kopertais, UINJKT Online – Majelis Taklim memiliki potensi besar dalam memberdayakan wanita. Melalui peran para ustadz dan ustadzah pesan dan aksi pemberdayaan dapat disalurkan kepada jamaah. Melihat potensi besar tersebut, Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Jakarta bekerjasama dengan Bidang Penyelenggaraan Penelitian Puslitbang Kehidupan Keagamaan Departemen Agama menggelar lokakarya ”Peningkatan Perempuan Ustadz/Ustadzah majelis Taklim Perempuan” se-DKI Jakarta di Gedung Kopertais, Kamis (20/8).

Lokakarya dihadiri sedikitnya 35 peserta dari pimpinan majelis taklim se-DKI Jakarta, ormas keagamaan, dan LSM. Kegiatan ini ditujukan agar peran majelis taklim tidak hanya sekadar mengajarkan masalah agama, akhlaq dan fiqih saja. Namun bagaimana mereka dapat menghubungkan ilmu agama dengan isu-isu kekinian seperti gender, lingkungan hidup, dan demokrasi,” kata Ketua Panitia Djunaidatul Munawarah MA di sela-sela acara tersebut.

Senada dengan Djunaidatul, Kepala Bidang Penyelenggara Penelitian Puslitbang Kehidupan Keagamaan Departemen Agama Dra Kustini MSi yang juga hadir dalam acara itu, mengatakan melalui majelis taklim diharapkan para perempuan dapat menyalurkan kreativitas mereka sehingga majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menggali ilmu agama, tapi juga berperan dalam memperbaiki ekonomi dan melestarikan lingkungan.

Selain di DKI Jakarta, lokakarya serupa juga digelar di delapan provinsi di Indonesia. Kedelapan provinsi tersebut adalah Kalimantan Selatan, Riau, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Banten, Makasar, dan Palembang.

”Sebelum melakukan lokakarya, setiap provinsi tersebut diharuskan membuat modul terlebih dahulu terkait dengan pengembangan potensi yang ada dalam setiap provinsi tersebut,” kata Kustini. []

 

PSW UIN Jakarta Berdayakan Majelis Taklim

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah dan Nur Hasanah

Kopertais, UINJKT Online – Majelis Taklim memiliki potensi besar dalam memberdayakan wanita. Melalui peran para ustadz dan ustadzah pesan dan aksi pemberdayaan dapat disalurkan kepada jamaah. Melihat potensi besar tersebut, Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Jakarta bekerjasama dengan Bidang Penyelenggaraan Penelitian Puslitbang Kehidupan Keagamaan Departemen Agama menggelar lokakarya ”Peningkatan Perempuan Ustadz/Ustadzah majelis Taklim Perempuan” se-DKI Jakarta di Gedung Kopertais, Kamis (20/8).

Lokakarya dihadiri sedikitnya 35 peserta dari pimpinan majelis taklim se-DKI Jakarta, ormas keagamaan, dan LSM. Kegiatan ini ditujukan agar peran majelis taklim tidak hanya sekadar mengajarkan masalah agama, akhlaq dan fiqih saja. Namun bagaimana mereka dapat menghubungkan ilmu agama dengan isu-isu kekinian seperti gender, lingkungan hidup, dan demokrasi,” kata Ketua Panitia Djunaidatul Munawarah MA di sela-sela acara tersebut.

Senada dengan Djunaidatul, Kepala Bidang Penyelenggara Penelitian Puslitbang Kehidupan Keagamaan Departemen Agama Dra Kustini MSi yang juga hadir dalam acara itu, mengatakan melalui majelis taklim diharapkan para perempuan dapat menyalurkan kreativitas mereka sehingga majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menggali ilmu agama, tapi juga berperan dalam memperbaiki ekonomi dan melestarikan lingkungan.

Selain di DKI Jakarta, lokakarya serupa juga digelar di delapan provinsi di Indonesia. Kedelapan provinsi tersebut adalah Kalimantan Selatan, Riau, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Banten, Makasar, dan Palembang.

”Sebelum melakukan lokakarya, setiap provinsi tersebut diharuskan membuat modul terlebih dahulu terkait dengan pengembangan potensi yang ada dalam setiap provinsi tersebut,” kata Kustini. []