PSM UIN Jakarta Siap Jadi Bank Lagu Nusantara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Abdullah Suntani

Auditorium, UIN Online – Indonesia merupakan negeri yang kaya nada-nada indah dari berbagai pelosok nusantara.  Namun, globalisasi budaya menyebabkan nada-nada itu kian tidak populer tergantikan nada-nada dari luar. Sebagaiwujud menjaga tradisi dan nada-nada nusantara itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta ke depan hendaknya siap menjadi bank lagu-lagu nusantara. Demikian pernyataan Staf Ahli Deputi Bidang Tradisional dan Film Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) Ir Sulistyo Notokusumo MM dalam acara Indahnya Indonesia dalam Intensivo Recital yang diselenggarakan PSM di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Jumat (11/6) malam.

Selain dihadiri dari Staf Ahli Kemenbudpar, acara yang dilaksanakan sebagai rangkaian penerimaan dan pelantikan  anggota baru PSM itu, juga hadiri Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya dan beberapa undangan di antaranya dari PSM Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Paduan Suara PTAIN se-Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Saat melantik, Sulistyo menjelaskan, sebagai generari muda yang bergerak di bidang nada dan lagu (paduan suara), anggota PSM harus tetap menumbuhkan rasa kesadaraan untuk melestarikan lagu-lagu daerah dan nusantara. Karena berdirinya PSM sendiri adalah untuk menjaga tradisi dan lagu nusantara tersebut. Sangat ironis jika kader bangsa tidak mengenali ciri khas Indonesia sendiri.

“Kalian sebagai mahasiswa harus tetap menjaga tradisi nusantara dan selalu konsen terhadap kekayaan Indonesia termasuk pada lagu-lagu daerah, karena dengan kekayaan itulah kita dikenal,” tegasnya.

Dalam pandangan Sulistyo, kini budaya Indonesia tampaknya kian terkikis. Karena itu perlu adanya semangat baru, sehingga bangsa Indonesia tetap menjaga dan menumbuhkan karakter yang disegani serta selalu menghormati para pendahulu.

Acara dimeriahkan berbagai penampilan. Di antaranya pementasan lagu dari Indonesian Moslem Choir, Mn Sambel, dan Intensivo Choir. PSM UIN Jakarta sendiri mementaskan beberapa lagu seperti Cik Cik Periok sebuah lagu permainan anak-anak dari suku Sambas Kalimantan Barat,  Yamko Rambe Yamko lagu asal Indonesia Timur (Papua) yang bertutur mengenai semangat kepahlawanan, dan Suwe Ora Jamu sebuah lagu dari daerah Jawa Tengah yang berkisah tentang kerinduan seseorang terhadap sang pujaan hati yang telah lama tidak bertemu.

PSM UIN Jakarta Siap Jadi Bank Lagu Nusantara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Abdullah Suntani

Auditorium, UIN Online – Indonesia merupakan negeri yang kaya nada-nada indah dari berbagai pelosok nusantara.  Namun, globalisasi budaya menyebabkan nada-nada itu kian tidak populer tergantikan nada-nada dari luar. Sebagaiwujud menjaga tradisi dan nada-nada nusantara itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta ke depan hendaknya siap menjadi bank lagu-lagu nusantara. Demikian pernyataan Staf Ahli Deputi Bidang Tradisional dan Film Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) Ir Sulistyo Notokusumo MM dalam acara Indahnya Indonesia dalam Intensivo Recital yang diselenggarakan PSM di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Jumat (11/6) malam.

Selain dihadiri dari Staf Ahli Kemenbudpar, acara yang dilaksanakan sebagai rangkaian penerimaan dan pelantikan  anggota baru PSM itu, juga hadiri Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya dan beberapa undangan di antaranya dari PSM Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Paduan Suara PTAIN se-Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Saat melantik, Sulistyo menjelaskan, sebagai generari muda yang bergerak di bidang nada dan lagu (paduan suara), anggota PSM harus tetap menumbuhkan rasa kesadaraan untuk melestarikan lagu-lagu daerah dan nusantara. Karena berdirinya PSM sendiri adalah untuk menjaga tradisi dan lagu nusantara tersebut. Sangat ironis jika kader bangsa tidak mengenali ciri khas Indonesia sendiri.

“Kalian sebagai mahasiswa harus tetap menjaga tradisi nusantara dan selalu konsen terhadap kekayaan Indonesia termasuk pada lagu-lagu daerah, karena dengan kekayaan itulah kita dikenal,” tegasnya.

Dalam pandangan Sulistyo, kini budaya Indonesia tampaknya kian terkikis. Karena itu perlu adanya semangat baru, sehingga bangsa Indonesia tetap menjaga dan menumbuhkan karakter yang disegani serta selalu menghormati para pendahulu.

Acara dimeriahkan berbagai penampilan. Di antaranya pementasan lagu dari Indonesian Moslem Choir, Mn Sambel, dan Intensivo Choir. PSM UIN Jakarta sendiri mementaskan beberapa lagu seperti Cik Cik Periok sebuah lagu permainan anak-anak dari suku Sambas Kalimantan Barat,  Yamko Rambe Yamko lagu asal Indonesia Timur (Papua) yang bertutur mengenai semangat kepahlawanan, dan Suwe Ora Jamu sebuah lagu dari daerah Jawa Tengah yang berkisah tentang kerinduan seseorang terhadap sang pujaan hati yang telah lama tidak bertemu.