Auditorium Utama, Berita UIN Online— Dewan Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta bekerjasama dengan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) menyelenggarakan seminar nasional Parenting yang bertajuk Sayang Anak Sayang Bangsa, Anak Berkarakter Positif Cermin Bangsa yang Produktif, bertempat di auditorium Harun Nasution, Selasa, (26/01).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Dra Diana Muti’ah Msi, mengapresiasi terlaksananya seminar tersebut, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berjibaku demi terealisasinya acara.

“Dengan seminar ini, kami berharap para orang tua dan calon orang tua dapat mengambil ilmu yang bermanfaat, khususnya untuk memberikan pengasuhan terbaik pada buah hati, karena anak yang berkarakter positif cermin bangsa yang produktif,” harapnya.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini para pakar diantaranya, Drs Apendi M.si Ketua Satgas Perlindungan Anak sekaligus mewakili Wali Kota Tanggerang Selatan yang berhalangan hadir, Fathannisa Isnani S.Psi,C.HC selaku moderator, Elly Risman Musa M.Psi (Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati), Tika Bisono M.Psi (psikolog), Kasandra Putranto M.Psi, dan Anis Diah Ayu Masita, S.Psi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Satgas Perlindungan Anak Drs Apendi M.Si menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah telah membuat UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan demikian diharapkan dapat melindungi anak dari tindakan kekerasan dan kesewenang-wenangan.

Pada acara HUT ILMPI ke-5 ini, Elly Risman Musa (Bunda Elly) berpesan, agar para orang tua tidak abai terhadap putra-putrinya. Hal ini dikarenakan anak-anak saat ini hidup di era ‘X’ atau era platinum.

“Anak kita saat ini hidup di era serba digital, serba mudah untuk diakses, dan riset membuktikan bahwa 70% lebih, anak-anak pernah menonton tayangan berbau pornografi dan pornoaksi di rumah atau di tetangga, dan ini sangat memprihatinkan,” paparnya.

Sebelum menutup sambutannya, bunda Elly memberikan tips bagaimana strategi berkomunikasi yang baik dengan buah hati. Diantaranya, jangan tergesa-gesa, menyadari keunikan setiap individu, kenali bahasa tubuh anak, mendengar perasaan, pendengar yang baik dan aktif, dan buatlah keadaan menjadi nyaman bagi anak. (RS/LRF)

Share This