Prospek Pekerja Sosial di Indonesia Cerah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Abdullah Suntani

Teater Fidkom, UIN Online  – Kendati kini masih dipandang sebelah mata, namun ke depan profesi pekerja sosial kian menjanjikan. Pasalnya, jika sarjana dari jurusan lain sibuk mencari pekerjaan, para sarjana sosial memiliki lapangan pekerjaan yang luas.

 

Optimisme itu tercermin dalam kuliah umum bertema “Formulasi Profesi Pekerja Sosial dalam Pengembagan Sosial di Indonesia”, yang diselenggarakan BEM Konsentrasi Kesejahteraan Sosial (Kessos) di Ruang Teater Fakultas Ilmu Dakwah  dan Ilmu Komunikasi (Fidkom), Rabu (28/10).

“Sarjana sosial tak lagi mencemaskan lapangan pekerjaan. Asal mau berperan aktif  dalam masyaraat mereka akan mendapatkan pekerjaan. Banyak bidang yang bisa digeluti mulai dari penanggulangan dan penanganan bencana alam, mengatasi  kemiskinan, diskriminasi, dan kasus trafficking,” kata Peneliti Laboratorium Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjajaran, Nurliana Cipta Apsari SSos. MS.

Namun, lanjut Nurliana, pekerja sosial harus memiliki komitmen,  kritis, dan peka terhadap situasi dan kondisi saat ini. Sehingga peran pekerja sosial dapat mencegah dan mengatasi pelbagai problem sosial di negeri ini.

Senada dengan Nurliana, dosen Konsentrasi Kesejahteraan Sosial UIN, Budi Rahman Hakim MSW, menegaskan lebaga sosial di Indonesia memerlukan sarjana yang pakar dalam bidang kesejahteraan sosial, sehingga dapat mengatasi persoalan sosial yang kerap terjadi di negeri ini. Tindakan kriminalitas dan aksi terorisme juga merupakan penyakit sosial yang bisa menjadi lahan garapan para pekerja sosial.

“Pekerja sosial harus memiliki fokus kerja terhadap interaksi manusia dan memiliki etos kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada semua pihak guna kembali menyadarkan masyarakat terhadap peran penting sosial di Indonesia sebagai wujud komitmen dalam mensejahterakan  masyarakat,” tegas Direktur Rakyat Merdeka itu. []

Prospek Pekerja Sosial di Indonesia Cerah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Abdullah Suntani

Teater Fidkom, UIN Online  – Kendati kini masih dipandang sebelah mata, namun ke depan profesi pekerja sosial kian menjanjikan. Pasalnya, jika sarjana dari jurusan lain sibuk mencari pekerjaan, para sarjana sosial memiliki lapangan pekerjaan yang luas.

 

Optimisme itu tercermin dalam kuliah umum bertema “Formulasi Profesi Pekerja Sosial dalam Pengembagan Sosial di Indonesia”, yang diselenggarakan BEM Konsentrasi Kesejahteraan Sosial (Kessos) di Ruang Teater Fakultas Ilmu Dakwah  dan Ilmu Komunikasi (Fidkom), Rabu (28/10).

“Sarjana sosial tak lagi mencemaskan lapangan pekerjaan. Asal mau berperan aktif  dalam masyaraat mereka akan mendapatkan pekerjaan. Banyak bidang yang bisa digeluti mulai dari penanggulangan dan penanganan bencana alam, mengatasi  kemiskinan, diskriminasi, dan kasus trafficking,” kata Peneliti Laboratorium Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjajaran, Nurliana Cipta Apsari SSos. MS.

Namun, lanjut Nurliana, pekerja sosial harus memiliki komitmen,  kritis, dan peka terhadap situasi dan kondisi saat ini. Sehingga peran pekerja sosial dapat mencegah dan mengatasi pelbagai problem sosial di negeri ini.

Senada dengan Nurliana, dosen Konsentrasi Kesejahteraan Sosial UIN, Budi Rahman Hakim MSW, menegaskan lebaga sosial di Indonesia memerlukan sarjana yang pakar dalam bidang kesejahteraan sosial, sehingga dapat mengatasi persoalan sosial yang kerap terjadi di negeri ini. Tindakan kriminalitas dan aksi terorisme juga merupakan penyakit sosial yang bisa menjadi lahan garapan para pekerja sosial.

“Pekerja sosial harus memiliki fokus kerja terhadap interaksi manusia dan memiliki etos kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada semua pihak guna kembali menyadarkan masyarakat terhadap peran penting sosial di Indonesia sebagai wujud komitmen dalam mensejahterakan  masyarakat,” tegas Direktur Rakyat Merdeka itu. []