Prof Hans Kung Akan Sampaikan Kuliah Umum di UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, UIN Online – Di sela-sela kunjungannya ke Indonesia, President of Global Ethic Foundation Prof Hans Kung dijawalkan akan memberikan kuliah umum di Aula Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Selasa (27/4) besok. Teolog Katholik itu di antaranya akan berbicara tentang pluralisme etika global dan masalah-masalah perdamaian dunia. Pembicara lain yang mendampingi Hans Kung adalah dua guru besar Fakultas Ushuluddin Prof Dr Bambang Pranowo dan Prof Dr Mulyadhi Kartanegara.

Pada 25 April hingga 2 Mei mendatang Hans Kung berada di Indonesia atas undangan The International Center for Islam and Pluralism (ICIP) yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Swiss di Jakarta.

Selama di Indonesia dia menjadi pembicara utama dalam seminar internasional tentang “Religion, Ethics and Dogmatism in Indonesia: Fostering Understanding of Current Challanges: A Dialogue with Profesor Hans Kung” yang digelar hari ini. Selain itu ia juga akan mengisi kuliah umum di perguruan tinggi dan dialog dengan tokoh-tokoh lintas agama, aktivis HAM, penggiat perdamaian, diskusi tentang toleransi dan kerja sama serta dialog mengenai kebebasan beragama, antara lain, di UIN Jakarta dan di Center for Religion and Cultural Studies (CRCS), UGM Yogyakarta.

Hans Kung dikenal secara luas di dunia internasional sebagai teolog, pemikir besar dan tokoh terkemuka dalam pemikiran keagamaan, pluralisme, etika global dan perdamaian dunia.

Gagasan dan pemikiran Hans Kung menjadi inspirasi bagi tokoh dan aktivis dunia dalam dialog dan kerja sama lintas iman dan dijadikan referensi utama dalam World Parliament for Religion and Peace di Chicago (1993).

Selain itu karya-karyanya yang cemerlang di bidang teologi, Kung juga dikenal dengan gagasan-gagasannya yang konstruktif bagi pengembangan etika global serta moralitas politik dan ekonomi yang terpuji untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih baik dan adil.

Sementara itu, karyanya yang juga monumental adalah “Islam: Past, Present an Future” (2007) yang merupakan karya yang apresiatif dan empatik dari seorang teolog Katolik terhadap Islam. (ns)

 

Prof Hans Kung Akan Sampaikan Kuliah Umum di UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, UIN Online – Di sela-sela kunjungannya ke Indonesia, President of Global Ethic Foundation Prof Hans Kung dijawalkan akan memberikan kuliah umum di Aula Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Selasa (27/4) besok. Teolog Katholik itu di antaranya akan berbicara tentang pluralisme etika global dan masalah-masalah perdamaian dunia. Pembicara lain yang mendampingi Hans Kung adalah dua guru besar Fakultas Ushuluddin Prof Dr Bambang Pranowo dan Prof Dr Mulyadhi Kartanegara.

Pada 25 April hingga 2 Mei mendatang Hans Kung berada di Indonesia atas undangan The International Center for Islam and Pluralism (ICIP) yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Swiss di Jakarta.

Selama di Indonesia dia menjadi pembicara utama dalam seminar internasional tentang “Religion, Ethics and Dogmatism in Indonesia: Fostering Understanding of Current Challanges: A Dialogue with Profesor Hans Kung” yang digelar hari ini. Selain itu ia juga akan mengisi kuliah umum di perguruan tinggi dan dialog dengan tokoh-tokoh lintas agama, aktivis HAM, penggiat perdamaian, diskusi tentang toleransi dan kerja sama serta dialog mengenai kebebasan beragama, antara lain, di UIN Jakarta dan di Center for Religion and Cultural Studies (CRCS), UGM Yogyakarta.

Hans Kung dikenal secara luas di dunia internasional sebagai teolog, pemikir besar dan tokoh terkemuka dalam pemikiran keagamaan, pluralisme, etika global dan perdamaian dunia.

Gagasan dan pemikiran Hans Kung menjadi inspirasi bagi tokoh dan aktivis dunia dalam dialog dan kerja sama lintas iman dan dijadikan referensi utama dalam World Parliament for Religion and Peace di Chicago (1993).

Selain itu karya-karyanya yang cemerlang di bidang teologi, Kung juga dikenal dengan gagasan-gagasannya yang konstruktif bagi pengembangan etika global serta moralitas politik dan ekonomi yang terpuji untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih baik dan adil.

Sementara itu, karyanya yang juga monumental adalah “Islam: Past, Present an Future” (2007) yang merupakan karya yang apresiatif dan empatik dari seorang teolog Katolik terhadap Islam. (ns)