Prof. Dr. Suwito Luncurkan Buku Otobiografi “Mungkin Segalanya Mungkin”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Sekretaris Senat dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwito meluncurkan buku otobiografi dengan judul Mungkin Segalanya Mungkin di Auditorium SPs UIN Jakarta, Senin (07/03). Buku ini memuat perjalanan hidup Suwito sejak kecil hingga meraih Guru Besar di UIN Jakarta.

Sekretaris Senat dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwito meluncurkan buku otobiografi dengan judul Mungkin Segalanya Mungkin di Auditorium SPs UIN Jakarta, Senin (07/03). Buku ini memuat perjalanan hidup Suwito sejak kecil hingga meraih Guru Besar di UIN Jakarta.

SPs UIN Jakarta, BERITA UIN Online— Sekretaris Senat dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwito meluncurkan buku otobiografi dengan judul Mungkin Segalanya Mungkin di Auditorium SPs UIN Jakarta, Senin (07/03). Buku ini memuat perjalanan hidup Suwito sejak kecil hingga meraih Guru Besar di UIN Jakarta.

Hadir dalam peluncuran buku sejumlah pejabat dan Guru Besar UIN Jakarta seperti Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar, Ketua Senat UIN Jakarta Prof. Dr. H.M. Atho Mudzhar MSPD, Guru Besar Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Prof. Dr. Murodi, M.A., Dekan FITK UIN Jakarta Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A. Selain itu, hadir pula mahasiswa dan tamu undangan lain.

Dalam sambutannya, Malik Fadjar mengungkapkan, Suwito merupakan figur akademisi yang berani melakukan perubahan bagi kemajuan akademik. Ini terlihat dari rekam jejaknya selama memimpin di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

“Melakukan perubahan pasti ada resiko, namun perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dan, Suwito telah melakukan banyak perubahan, khususnya di pascasarjana dan UIN Jakarta, sehingga kini menjadi lembaga yang membanggakan” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Murodi menuturkan, peluncuran buku otobiografi Guru Besar Sejarah Pemikiran dan Pendidikan Islam perlu diapresiasi. Sebab selain dituntut jujur mengungkapkan diri sendiri, kehadiran otobiografi figur akademisi seperti Suwito menjadi penting karena bisa menjadi contoh bagi para akademisi lain dalam berkarya bagi umat.

“Menulis buku otobiografi merupakan sebuah pekerjaan yang memerlukan kejujuran dan keberanian lebih karena yang lebih paham perjalanan hidup adalah diri sendiri.” ungkapnya. (NJS)