Prof Dr M Quraish Syihab Luncurkan Buku “Al-Qur’an dan Maknanya”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN Online—Bertempat di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Rabu (17/07/2013), Guru Besar Tafsir UIN Jakarta Prof Dr M Quraish Syihab MA meluncurkan dua buku, yaitu Kaidah Tafsir dan Al-Qu’an dan Maknanya.

Menurut Quraisy, buku pertama berisi penjelasan tentang syarat-syarat, ketetapan, dan aturan yang patut diketahui oleh siapa saja yang ingin memahami pesan-pesan Al-Quran secara benar dan akurat.

Sementara buku kedua memberikan penjelasan berupa “terjemahan makna” dari Al-Qur’an suci ke dalam bahasa Indonesia agar pembaca yang awam dengan bahasa Arab mampu memahami kandungannya. “Ini merupakan terjemahan makna dan bukan merupakan terjemahan Al-Qur’an, apalagi sampai dianggap sebagai Al-Qur’an itu sendiri,” ujarnya.

Prof Dr Rosihan Anwar MA yang menjadi narasumber pada acara tersebut, mengatakan, bahwa dua buku Prof Quraish Shihab itu melengkapi dan menjawab atas buku-buku pakar Tafsir Al-Qur’an modern itu.

“Buku ini dapat dijadikan panduan bagi siapa saja yang hendak menafsirkan Al-Qur’an. Buku ini mengandung rambu-rambu yang harus dipenuhi seorang penafsir,” ujar Guru Besar Tafsir UIN Bandung, yang juga murid penulis.

Ia menambahkan, dengan membaca dan merujuk pada dua karya tersebut, maka seseorang dapat terhindar dari penyimpangan ataupun kesalahan dalam menafsirkan. “Kehadiran buku ini diharapkan dapat mengurangi penyimpangan dan kesalahan-kesalahan dalam menafsirkan Al-Qur’an,” imbuhnya.

Seperti termaktub dalam buku Al-Qur’an dan Maknanya, Quraish memberikan pemaknaan yang berbeda dengan Al-Qur’an dan Terjemahannya terbitan Departemen Agama (Depag). Misalnya, ayat Bismillahirrahmanirrahim pada surat Al-Fatihah diartikan dengan makna “Dengan nama Allah Pemberi Kasih Yang Maha Pengasih.” Sedangkan dalam Al-Quran dan Terjemahnya diartikan dengan makna “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.” (D antariksa/Saifudin)