Gedung FITK, BERITA UIN Online – Guna memberikan bekal keterampilan kepada para mahasiswanya, Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) pada 30-31 Maret dan 1 April 2018 (indoor) serta 6-8 April 2018 (outdoor). Kursus tersebut terselenggara atas kerja sama Prodi PGMI dan Pusat Pendidikan dan Latihan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Jakarta Selatan.

KMD bagi mahasiswa PGMI merupakan kali pertama diadakan sejak dibukanya mata kuliah kepramukaan di prodi tersebut. KMD diikuti oleh 75 peserta dan berasal dari mahasiswa semester 8.

Ketua Prodi PGMI, Dr Khalimi, di ruang kerjanya, Selasa (3/4/2018) mengatakan, KMD dibuat dalam beberapa gelombang sesuai jumlah mahasiswa dan angkatan. Angkatan pertama dibuka bagi mahasiswa semester 8, setelah semester 6 dan seterusnya. Hal itu mengingat jumlah mahasiswa PGMI cukup besar, sehingga tidak mungkin dilakukan dalam satu waktu.

“Selain kelas dan mahasiswanya banyak, tenaga pelatih juga terbatas, sehingga dibuat dalam beberapa gelombang atau angkatan,” katanya.

Bagi Khalimi, KMD ini penting bagi mahasiswa Prodi PGMI yang akan menjadi sarjana pendidikan di masa mendatang. Mereka adalah caion guru di sekolah serta paling tidak memiliki ijasah tambahan dalam bidang keterampilan kepramukaan.

Khalimi berharap KMD ini dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa di Prodi PGMI karena merupakan salah satu syarat kelulusan. Sebab, dalam kurikuklum baru berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang berlaku di seluruh Indonesia, setiap mahasiswa yang akan lulus harus memiliki surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) yang sah dan berasal dari lembaga pemberi sertifikat.

“Kalau untuk mahasiswa Prodi PGMI kita fokuskan dengan kegiatan KMD. Nanti, setelah lulus KMD, mahasiswa akan mendapatkan sertifikat atau ijazah sebagai syarat calon pembina pramuka di sekolah,” jelasnya.

KMD digelar selama enam hari atau setara dengan 72 jam pelajaran. Tiga hari pertama dilakukan di dalam kelas (indoor) berupa materi teori dan tiga hari kedua di luar kelas (outdoor), yaitu berupa praktik di perkemahan di kawasan wisata Situ Gintung, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Selama KMD, para mahasiswa dilatih oleh para pelatih dari Pusdiklatcab Jakarta Selatan dengan melibatkan sedikitnya 15 pelatih profesional dan berpengalaman. (ns)