Gedung FITK, BERITA UIN Online – Guna merealisasikan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) akan menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) secara massal bagi mahasiswanya. Dalam pelaksanaan KMD tersebut, Prodi PGMI menggandeng Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Jakarta Selatan sebagai tim pelatih.

Demikian dikatakan Ketua Prodi PGMI Dr Halimi di gedung FITK, Senin (19/3/2018). KMD bagi mahasiswa PGMI tahun ini dilaksanakan sebagai uji coba. Setelah itu akan dievaluasi dan dipersiapkan dengan lebih matang lagi.

“KMD bagi mahasiswa PGMI baru akan diselenggarakan mulai tahun ini. Jika berhasil dengan baik akan ditingkatkan, yakni kerja sama dengan Kwartir Nasional c.q Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Pusdiklatnas),” katanya.

Secara teknis, pelaksanaan KMD digelar secara bergelombang atau bertahap. Hal itu mengingat jumlah mahasiswa PGMI yang cukup banyak.

Gelombang pertama akan dimulai bagi mahasiswa semester 8 sebanyak dua kelas (70 peserta) pada 30-31 Maret 2018 (kegiatan indoor) dan 6-8 April 2018 (kegiatan outdoor). Setelah itu dilanjutkan dengan gelombang berikutnya.

“Sebenarnya ingin disamakan waktunya. Namun, karena keterbatasan pelatih terpaksa dibuat bergelombang,” jelas Halimi.

Menutut Halimi, KMD bertujuan untuk memberikan bekal bagi para calon guru di bidang keterampilan kepramukaan. Di samping itu, mahasiswa juga harus memiliki sertifikat sesuai tuntutan kurikulum KKNI, yaitu berupa surat keterangan pendamping ijazah (SKPI).

“Jadi, saat lulus kuliah nanti mahasiswa akan mendapatkan ijazah dan sertifikat sekaligus,” katanya. (ns)