Prodi Kessos Fidkom UIN Jakarta Miliki Nilai Plus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Fidkom, BERITA UIN Online– Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) UIN Jakarta dinilai memiliki ciri khas tersendiri dibanding Prodi Kessos di luar UIN Jakarta.

Demikian Drs Toto Budi Utomo MSi, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI yang menjadi Key Note Speech pada acara seminar nasional yang digelar Fidkom UIN Jakarta bekerjasama dengan Ikatan Pendidik Pekerjaan Sosial (IPPSI) di ruang teater Prof Aqieb Suminto Lt. II Fidkom pada Kamis, (25/4/2013).

“Distingsi Kessos UIN Jakarta karena adanya semangat berdakwah mengamalkan al-Qur’an yang sebagian besar ayatnya berbicara tentang kegiatan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, dari 37 Prodi Kessos yang ada di Indonesia, Kessos yang berada di bawah naungan kementerian Agama (Kemenag) dalam kurun 2 sampai 3 tahun belakangan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Toto menjelaskan, untuk menjadi pekerja sosial tidak cukup bermodalkan knowledge saja, tapi harus melalui psikotest untuk mengetahui kepribadian dan kesungguhannya dalam bekerja.

“Apapun pekerjaannya, harus dilakukan sungguh-sungguh, bukan hanya profesionalisme,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr Arif Subhan, Dekan Fidkom dalam sambutannya mengusulkan adanya standarisasi dalam sebuah profesi. “Agar ada kesamaan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat antara yang satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan pekerja sosial professional (Professional Social Worker),” pungkasnya.

Selanjutnya, mahasiswa atau alumni Prodi Kessos ini diharapkan nantinya dapat menjadi ahli pemberdaya masyarakat yang handal dan sebagai problem solver di tengah-tengah mereka.

“Dakwah tidak hanya khutbah (bil al-lisan), tapi dengan tindakan langsung (bil al-hal) yang basis ilmunya ada di pengembangan masyarakat dan ilmu Kessos,” sambungnya.

Usai seminar yang dihadiri oleh perwakilan dosen Kessos dari 33 perguruan tinggi di Indonesia, mulai Aceh sampai Papua ini dilanjutkan dengan pelatihan profesionalisme profesi melalui supervisi pekerjaan sosial selama tiga hari sampai Sabtu, (27/4).

Dalam rangkaian pelatihan tersebut diadakan pula teleconference langsung dari New York Amerika Serikat pada Jumat (26/4) dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB dengan Dorita Setiawan MSw, dosen Prodi Kessos yang sedang mengambil program doktoral di Colombia University, New York, Amerika Serikat. (Muhammad Furqon).