Prodi Kesmas, Cetak Sarjana Kesehatan Islami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Nina Rahayu Gedung FKIK, UINJKT Online –  Seperti program studi (Prodi) lainnya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Prodi Kesehatan Masyarakat pun kian diminati. Sejak  dibuka tahun 2004 lalu, jumlah peminatnya selalu meningkat. Tahun ini saja, total peminatnya mencapai lebih dari 250-an calon mahasiswa baru dari berbagai daerah.

“Kami memang selalu hati-hati dalam penerimaan mahasiswa baru, karena kami ingin jurusan ini benar–benar mendapat mahasiswa yang berkompeten,“ ujar Ketua Prodi Kesmas Baequni SKM MKes  saat dihubungi UINJKT Online  di ruang kerjanya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Rabu (20/8).

Baequni menambahkan, selain mencari mahasiswa berkualitas, pihaknya juga terus mengupayakan peningkatan kualitas dosen dan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu antara kualitas dosen dan mahasiswa berbanding lurus. Karena itu, ia pun menjalin kerjasama dengan berbagai instansi seperti Departemen Kesehata, Rumah Sakit Fatmawati, serta Universitas Indonesia.

Sementara itu Sekretaris Prodi Kesmas Narila Mutia Nasir SKM MKM mengatakan, Prodi Kesmas akan mencetak lulusan berkompeten di bidang manajemen, penyuluhan, dan penelitian kesehatan berbasiskan Islam. Alumninya diharapkan peka terhadap berbagai problem yang melilit bangsa ini, terutama rendahnya tingkat kesehatan di masyarakat. Sebagai masyarakat yang religius, maka pendekatan yang lebih tepat untuk mengatasi problem tersebut adalah pendekatan agama. Dan itulah nilai lebih dari alumni Prodi Kesmas UIN Jakarta.

“Saya ingin masyarakat Indonesia mengerti bahwa  ilmu kesehatan yang dibarengi dengan ilmu agama pasti akan saling melengkapi,” kata Narila Mutia Nasir.

Ditanya harapannya ke depan, Ketua Prodi Kesmas Baequni mengatakan, “Ke depan kami berharap dapat membentuk Islamic Public Healty agar masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat jasmanai dan rohani,” pungkas Baequni. [Nif/Ed]

Prodi Kesmas, Cetak Sarjana Kesehatan Islami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Nina Rahayu Gedung FKIK, UINJKT Online –  Seperti program studi (Prodi) lainnya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Prodi Kesehatan Masyarakat pun kian diminati. Sejak  dibuka tahun 2004 lalu, jumlah peminatnya selalu meningkat. Tahun ini saja, total peminatnya mencapai lebih dari 250-an calon mahasiswa baru dari berbagai daerah.

“Kami memang selalu hati-hati dalam penerimaan mahasiswa baru, karena kami ingin jurusan ini benar–benar mendapat mahasiswa yang berkompeten,“ ujar Ketua Prodi Kesmas Baequni SKM MKes  saat dihubungi UINJKT Online  di ruang kerjanya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Rabu (20/8).

Baequni menambahkan, selain mencari mahasiswa berkualitas, pihaknya juga terus mengupayakan peningkatan kualitas dosen dan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu antara kualitas dosen dan mahasiswa berbanding lurus. Karena itu, ia pun menjalin kerjasama dengan berbagai instansi seperti Departemen Kesehata, Rumah Sakit Fatmawati, serta Universitas Indonesia.

Sementara itu Sekretaris Prodi Kesmas Narila Mutia Nasir SKM MKM mengatakan, Prodi Kesmas akan mencetak lulusan berkompeten di bidang manajemen, penyuluhan, dan penelitian kesehatan berbasiskan Islam. Alumninya diharapkan peka terhadap berbagai problem yang melilit bangsa ini, terutama rendahnya tingkat kesehatan di masyarakat. Sebagai masyarakat yang religius, maka pendekatan yang lebih tepat untuk mengatasi problem tersebut adalah pendekatan agama. Dan itulah nilai lebih dari alumni Prodi Kesmas UIN Jakarta.

“Saya ingin masyarakat Indonesia mengerti bahwa  ilmu kesehatan yang dibarengi dengan ilmu agama pasti akan saling melengkapi,” kata Narila Mutia Nasir.

Ditanya harapannya ke depan, Ketua Prodi Kesmas Baequni mengatakan, “Ke depan kami berharap dapat membentuk Islamic Public Healty agar masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat jasmanai dan rohani,” pungkas Baequni. [Nif/Ed]