Prestasi Akademik Bukan Jaminan Kesuksesan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Reporter: Hamzah Farihin

 

Gedung FST, UINJKT Online Kesuksesan seseorang di hari tua tidak selalu diukur dari prestasi yang didapat selama mengenyam bangku kuliah. Survei yang dilakukan Universitas Oxford Amerika Serikat terhadap alumninya menunjukkan, ternyata orang-orang yang prestasi kuliahnya biasa saja mampu mencapai kesuksesan lebih dibanding mereka yang prestasi akademiknya baik.

 

“Mahasiswa yang semasa kuliahnya ranking satu sampai 10 kebanyakan mereka hanya sebagai konsultan, sedangkan alumni yang nilainya sepuluh paling akhir kini mereka menjadi pemilik perusahaan multinasional,” kata GM PT Korma Jaya Utama Taufik Al Jufri dalam seminar nasional “Maju Pertanianku Maju Desaku” yang digelar BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Selasa (2/6).

 

Atas dasar survei tersebut, Taufik menyarankan, jangan mudah menganggap remeh mahasiswa yang kurang menonjol di kelas. Sebab, mungkin saja setelah diwisuda orang yang biasa-biasa akan mengalahkan orang yang pintar dan menonjol semasa kuliahnya, khususnya dalam hal perekonomian.

 

Mengapa orang biasa bisa mengalahkan orang pintar? Kuncinya adalah pada kemampuan enterpreneurship seseoarang. “Makanya mahasiswa jangan minder untuk berbisnis, jangan menganggap diri sendiri bodoh, tidak kreatif, dan pemalas,” tegas Taufik.

 

Namun, bukan berarti orang yang merasa biasa saja menganggap dirinya tidak perlu berusaha karena pasti akan menjadi enterpreneur. Tidak ada jaminan. Fakta di lapangan menunjukkan, meski semasa kuliahnya sering bolos, jarang mencatat, dan nilai IPK di akhir kurang dari tiga, tapi orang-orang yang menjadi enterpreneur adalah mereka yang mempunyai kreatifitas tinggi untuk menciptakan kesejahteraan hidupnya.

 

“Karena orang seperti ini mempunyai jiwa entrepreneur cukup tinggi, tingkat keingintahuan dalam mencari peluang usaha sangat besar, mempunyai kemauan tinggi dan mempunyai kreatifitas yang beda. Sehingga orang-orang seperti ini menjadi entrepreneur sejati dan memiliki perusahaan sangat banyak,” kilahnya.

 

Selain itu, orang-orang yang biasa semasa kuliahnya, jika berbisnis mempunyai daya tahan yang cukup tinggi, walaupun daerah yang dijadikan lahan bisnisnya kurang kondusif. Orang yang biasa ini mempunyai sifat tidak professional dalam menjalankan tugasnya dan tidak mau diatur orang lain. [Nif/Ed]

Prestasi Akademik Bukan Jaminan Kesuksesan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

Gedung FST, UINJKT Online Kesuksesan seseorang di hari tua tidak selalu diukur dari prestasi yang didapat selama mengenyam bangku kuliah. Survei yang dilakukan Universitas Oxford Amerika Serikat terhadap alumninya menunjukkan, ternyata orang-orang yang prestasi kuliahnya biasa saja mampu mencapai kesuksesan lebih dibanding mereka yang prestasi akademiknya baik.

 

“Mahasiswa yang semasa kuliahnya ranking satu sampai 10 kebanyakan mereka hanya sebagai konsultan, sedangkan alumni yang nilainya sepuluh paling akhir kini mereka menjadi pemilik perusahaan multinasional,” kata GM PT Korma Jaya Utama Taufik Al Jufri dalam seminar nasional “Maju Pertanianku Maju Desaku” yang digelar BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Selasa (2/6).

 

Atas dasar survei tersebut, Taufik menyarankan, jangan mudah menganggap remeh mahasiswa yang kurang menonjol di kelas. Sebab, mungkin saja setelah diwisuda orang yang biasa-biasa akan mengalahkan orang yang pintar dan menonjol semasa kuliahnya, khususnya dalam hal perekonomian.

 

Mengapa orang biasa bisa mengalahkan orang pintar? Kuncinya adalah pada kemampuan enterpreneurship seseoarang. “Makanya mahasiswa jangan minder untuk berbisnis, jangan menganggap diri sendiri bodoh, tidak kreatif, dan pemalas,” tegas Taufik.

 

Namun, bukan berarti orang yang merasa biasa saja menganggap dirinya tidak perlu berusaha karena pasti akan menjadi enterpreneur. Tidak ada jaminan. Fakta di lapangan menunjukkan, meski semasa kuliahnya sering bolos, jarang mencatat, dan nilai IPK di akhir kurang dari tiga, tapi orang-orang yang menjadi enterpreneur adalah mereka yang mempunyai kreatifitas tinggi untuk menciptakan kesejahteraan hidupnya.

 

“Karena orang seperti ini mempunyai jiwa entrepreneur cukup tinggi, tingkat keingintahuan dalam mencari peluang usaha sangat besar, mempunyai kemauan tinggi dan mempunyai kreatifitas yang beda. Sehingga orang-orang seperti ini menjadi entrepreneur sejati dan memiliki perusahaan sangat banyak,” kilahnya.

 

Selain itu, orang-orang yang biasa semasa kuliahnya, jika berbisnis mempunyai daya tahan yang cukup tinggi, walaupun daerah yang dijadikan lahan bisnisnya kurang kondusif. Orang yang biasa ini mempunyai sifat tidak professional dalam menjalankan tugasnya dan tidak mau diatur orang lain. [Nif/Ed]

Prestasi Akademik Bukan Jaminan Kesuksesan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Reporter: Hamzah Farihin

 

Gedung FST, UINJKT Online Kesuksesan seseorang di hari tua tidak selalu diukur dari prestasi yang didapat selama mengenyam bangku kuliah. Survei yang dilakukan Universitas Oxford Amerika Serikat terhadap alumninya menunjukkan, ternyata orang-orang yang prestasi kuliahnya biasa saja mampu mencapai kesuksesan lebih dibanding mereka yang prestasi akademiknya baik.

 

“Mahasiswa yang semasa kuliahnya ranking satu sampai 10 kebanyakan mereka hanya sebagai konsultan, sedangkan alumni yang nilainya sepuluh paling akhir kini mereka menjadi pemilik perusahaan multinasional,” kata GM PT Korma Jaya Utama Taufik Al Jufri dalam seminar nasional “Maju Pertanianku Maju Desaku” yang digelar BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Selasa (2/6).

 

Atas dasar survei tersebut, Taufik menyarankan, jangan mudah menganggap remeh mahasiswa yang kurang menonjol di kelas. Sebab, mungkin saja setelah diwisuda orang yang biasa-biasa akan mengalahkan orang yang pintar dan menonjol semasa kuliahnya, khususnya dalam hal perekonomian.

 

Mengapa orang biasa bisa mengalahkan orang pintar? Kuncinya adalah pada kemampuan enterpreneurship seseoarang. “Makanya mahasiswa jangan minder untuk berbisnis, jangan menganggap diri sendiri bodoh, tidak kreatif, dan pemalas,” tegas Taufik.

 

Namun, bukan berarti orang yang merasa biasa saja menganggap dirinya tidak perlu berusaha karena pasti akan menjadi enterpreneur. Tidak ada jaminan. Fakta di lapangan menunjukkan, meski semasa kuliahnya sering bolos, jarang mencatat, dan nilai IPK di akhir kurang dari tiga, tapi orang-orang yang menjadi enterpreneur adalah mereka yang mempunyai kreatifitas tinggi untuk menciptakan kesejahteraan hidupnya.

 

“Karena orang seperti ini mempunyai jiwa entrepreneur cukup tinggi, tingkat keingintahuan dalam mencari peluang usaha sangat besar, mempunyai kemauan tinggi dan mempunyai kreatifitas yang beda. Sehingga orang-orang seperti ini menjadi entrepreneur sejati dan memiliki perusahaan sangat banyak,” kilahnya.

 

Selain itu, orang-orang yang biasa semasa kuliahnya, jika berbisnis mempunyai daya tahan yang cukup tinggi, walaupun daerah yang dijadikan lahan bisnisnya kurang kondusif. Orang yang biasa ini mempunyai sifat tidak professional dalam menjalankan tugasnya dan tidak mau diatur orang lain. [Nif/Ed]

Prestasi Akademik Bukan Jaminan Kesuksesan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

Gedung FST, UINJKT Online Kesuksesan seseorang di hari tua tidak selalu diukur dari prestasi yang didapat selama mengenyam bangku kuliah. Survei yang dilakukan Universitas Oxford Amerika Serikat terhadap alumninya menunjukkan, ternyata orang-orang yang prestasi kuliahnya biasa saja mampu mencapai kesuksesan lebih dibanding mereka yang prestasi akademiknya baik.

 

“Mahasiswa yang semasa kuliahnya ranking satu sampai 10 kebanyakan mereka hanya sebagai konsultan, sedangkan alumni yang nilainya sepuluh paling akhir kini mereka menjadi pemilik perusahaan multinasional,” kata GM PT Korma Jaya Utama Taufik Al Jufri dalam seminar nasional “Maju Pertanianku Maju Desaku” yang digelar BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Selasa (2/6).

 

Atas dasar survei tersebut, Taufik menyarankan, jangan mudah menganggap remeh mahasiswa yang kurang menonjol di kelas. Sebab, mungkin saja setelah diwisuda orang yang biasa-biasa akan mengalahkan orang yang pintar dan menonjol semasa kuliahnya, khususnya dalam hal perekonomian.

 

Mengapa orang biasa bisa mengalahkan orang pintar? Kuncinya adalah pada kemampuan enterpreneurship seseoarang. “Makanya mahasiswa jangan minder untuk berbisnis, jangan menganggap diri sendiri bodoh, tidak kreatif, dan pemalas,” tegas Taufik.

 

Namun, bukan berarti orang yang merasa biasa saja menganggap dirinya tidak perlu berusaha karena pasti akan menjadi enterpreneur. Tidak ada jaminan. Fakta di lapangan menunjukkan, meski semasa kuliahnya sering bolos, jarang mencatat, dan nilai IPK di akhir kurang dari tiga, tapi orang-orang yang menjadi enterpreneur adalah mereka yang mempunyai kreatifitas tinggi untuk menciptakan kesejahteraan hidupnya.

 

“Karena orang seperti ini mempunyai jiwa entrepreneur cukup tinggi, tingkat keingintahuan dalam mencari peluang usaha sangat besar, mempunyai kemauan tinggi dan mempunyai kreatifitas yang beda. Sehingga orang-orang seperti ini menjadi entrepreneur sejati dan memiliki perusahaan sangat banyak,” kilahnya.

 

Selain itu, orang-orang yang biasa semasa kuliahnya, jika berbisnis mempunyai daya tahan yang cukup tinggi, walaupun daerah yang dijadikan lahan bisnisnya kurang kondusif. Orang yang biasa ini mempunyai sifat tidak professional dalam menjalankan tugasnya dan tidak mau diatur orang lain. [Nif/Ed]