PRAMUKA

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Tahun 1985 ada beberapa mahasiswa yang mempunyai keinginan untuk membentuk Gugusdepan Gerakan Pramuka IAIN Jakarta diantara mereka yaitu, Kak Amrullah, Kak Ahmad Syaichu, Kak Yanti Supriyanti, Kak Babay Sobari, M. Fadli dan Rabiyatul Adawiyah. Pada tahun 1985 mereka memilih Ketua Dewan Racan Putra dan Putri dalam upaya membentuk struktur organisasi. Maka terpilihlah  Kak Amrullah dan Kak Maulida Bustami  sebagai KDR perdana periode 1986-1989. Namun pada saat itu, belum terdapat Pemangku Adat dikarenakan masih minimnya anggota racana. Di tahun-tahun pertama itulah, mereka berjuang keras mengusahakan legalitas dari pihak rektorat. Setelah melalui perjuangan yang tidak mengenal lelah, maka pada tanggal 1 Desember 1988 lahirlah SK Rektor dengan Nomor : 35 tahun 1988 tentang Racana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Setelah itu, dukungan dari pihak rektorat begitu positif, dengan dipimpin langsung oleh bapak rektor dijabat oleh Drs. H. Sadjali dan purek III dijabat oleh Drs. Abdul Hamid, dan Dewan Racana mulai mendaftarkan Gugusdepan ke pihak kwartir.

Secara historis, berdirinya Dewan Racana Pandega (Racana) ini tidak terlepas dari sebuah proses dan perjuangan yang panjang, diawali dengan berdirinya Gugusdepan Persiapan IAIN Jakarta melalui SK Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor : 35 Tahun 1988, Tanggal 1 Desember 1988 dengan Drs. H. Syadjali sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan Persiapan IAIN Jakarta. Lambatnya proses pendapatan nomor Gudep ini disebabkan karena persoalan letak geografis wilayah IAIN Jakarta yang berada di wilayah Provinsi Jawa Barat (sekarang Provinsi Banten) dan secara administratif berada di DKI Jakarta. Selengkapnya.