Bogor, BERITA UIN Online – Gerakan Pramuka Gugus Depan Kota Jakarta Selatan 07.075-07.076 UIN Jakarta memberikan santunan kepada sedikitnya 40 anak yatim dan 30 janda lanjut usia (lansia) di Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 9-15 April 2018. Santunan diberikan dalam bentuk uang dan beberapa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak gorong, dan terigu.

Pemberian santunan dilakukan pada acara penutupan yang digelar di majelis taklim di desa itu. Selain acara santunan, juga pemberian hadiah berbagai perlombaan yang digelar beberapa hari sebelumnya.

Program Bina Masyarakat (Bimas) merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Gerakan Pramuka UIN Jakarta, khususnya oleh para anggota baru. Program tersebut bagian dari proses pendidikan anggota baru untuk mencapai tingkat Pramuka Pandega. Tahun ini, jumlah anggota baru mencapai 48 orang.

Ketua Dewan Racana Dery Gowang mengatakan, acara Bimas bagi anggota baru menjadi salah satu agenda unggulan program pramuka UIN Jakarta. Para peserta melakukan pengabdian di masyarakat selama sepekan dengan tinggal di rumah-rumah penduduk (homestay).

“Selama tinggal di rumah induk semang, para peserta juga diminta membatu kegiatan sehari-hari warga. Apa saja yang bisa dibantu ya bantu,” ujarnya.

Menurut Dery, kegiatan pengabdian kepada masyarakat penting bagi para Pramuka Penegak-Pandega. Sebab, mereka merupakan kelompok peserta didik yang sudah cukup matang dari segi usia maupun fisik. Tugas dan tanggung jawab pada kelompok ini pun besar, sehingga kegiatan mereka harus banyak berorientasi kepada masyarakat.

“Prioritas kegiatan Pramuka Penegak-Pandega harus berada di masyarakat, melakukan pemecahan masalah dan bahkan penelitian,” katanya.

Bimas pramuka UIN Jakarta berlangsung selama sepekan. Para pramuka memberikan bimbingan dan penyuluhan, kegiatan sosial dan ibadah, serta kegiatan fisik berupa pembuatan tong sampah, papan nama jalan, pengecatan rumah ibadah, serta bazar murah pakaian bekas layak pakai. (ns)

Share This