Ciputat, BERITA UIN Online – Gerakan Pramuka UIN Jakarta menggelar Musyawarah Racana (Musyra) ke-28 di Aula YPI Darussalam Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada 8-10 Desember 2017. Musyawarah tahunan Pramuka golongan Pandega tersebut membahas sejumlah agenda penting, di antaranya pergantian pengurus lama periode 2017 dan memilih pengurus baru periode 2018, serta membuat rencana kerja tahun 2018 mendatang.

Musyra dibuka Pembina Gugus Depan Nanang Syaikhu, Jumat (8/12/2017), dan dihadiri oleh para anggota, termasuk senioren. Ketua Dewa Racana Pandega putra periode 2017 Wahyu Fahmi Rijali dalam sambutannya menyatakan, dirinya akan mengakhiri masa jabatan selama satu tahun. Selanjutnya akan dipilih ketua baru berikut pengurus lainnya untuk masa satu periode mendatang.

“Selaku Ketua Racana saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian pengurus Racana selama satu periode menjabat. Insya Allah kita akan memilih pemimpin dan pengurus organisasi Racana yang baru demi berlangsungnya estafeta kepemimpinan dalam pendidikan kepramukaan di UIN Jakarta,” katanya.

Selain menyampaikan ucapan terima kasih, Wahyu juga meminta permohonan maafnya jika selama menjadi pengurus di Racana banyak kesalahan dan kekurangan. Bahkan kepada para pembina dan senioren, Wahyu juga turun menyampaikan terima kasih atas dorongan dan bimbingannya selama menjalankan amanah dari hasil musyra sebelumnya.

Pembina Gugus Depan Nanang Syaikhu dalam sambutannya mengingatkan agar musyra tahun ini berjalan dengan baik dan lebih berkualitas. Musyra merupakan salah satu forum pembelajaran berorganisasi di tingkat Racana bagi peserta didik, sehingga diharapkan selama menjalankan musyawarah tersebut tidak menonjolkan sikap emosi melainkan dengan kepala dingin.

Musyra, kata Nanang, hakikatnya sebagai pembelajaran bermusyawarah guna memecahkan masalah. Oleh karena itu musyawarahlah dengan baik, demokratis, dan dengan kepala diringin.

“Bahasnya setiap persoalan dalam organisasi dan program dengan jernih. Jangan berdebat kusir dan keluar dari inti bermusyawarah. Jika ada persoalan yang tidak terlalu substantif untuk dibahas, jangan dibawa melebar ke mana-mana karena hal itu sangat kontra produktif,” paparnya.

Agenda hari pertama Musyra ke-28 yang akan berlangsung hingga 10 Desember 2018 itu diawali dengan acara sidang pendahuluan dengan agenda pengesahan jadwal acara, tata tertib sidang, dan pemilihan presidium sidang. Setelah itu dilanjutkan dengan laporan pertanggung jawaban pengurus 2017 dan pandangan umum. (ns)

Share This