Pramuka UIN Jakarta Gelar Musyawarah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Acara pembukaan Musyawarah Racana ke-27 periode 2016 yang berlangsung di Aula Insan Cita Cempaka Putih, Ciputat Timur, Sabtu (19/11) diawali dengan agenda pembahasan dan pengesahan jadwal serta tata tertib persidangan. Musyawarah akan berlangsung hingga 21 November 2016 dengan agenda pembahasan dan pengesahan hasil-hasil sidang komisi serta pemilihan Ketua Dwan Racana putra dan putri periode 2017. (Foto: Nanang Syaikhu)

Acara pembukaan Musyawarah Racana ke-27 periode 2016 yang berlangsung di Aula Insan Cita Cempaka Putih, Ciputat Timur, Sabtu (19/11) diawali dengan agenda pembahasan dan pengesahan jadwal serta tata tertib persidangan. Musyawarah akan berlangsung hingga 21 November 2016 dengan agenda pembahasan dan pengesahan hasil-hasil sidang komisi serta pemilihan Ketua Dwan Racana putra dan putri periode 2017. (Foto: Nanang Syaikhu)

Aula Insan Cita, BERITA UIN Online – Dewan Racana Pandega Fatahillah-Nyi Mas Gandasari Gugus Depan Gerakan Pramuka Jakarta Selatan 07.081-07.082 UIN Jakarta menggelar Musyawarah Racana (Musyra) ke-27 pada 19-21 November 2016 di Aula Insan Cita kawasan Cempaka Putih, Ciputat Timur. Agenda Musyra selain untuk melaporkan pertanggungjawaban pengurus periode 2016 juga memilih pengurus baru periode 2017.

Musyra dibuka Pembina Pramuka Nanang Syaikhu, Sabtu (19/11) dan dihadiri para pengurus serta anggota. Agenda hari pertama Musyra meliputi pembahasan dan pengesahan jadwal acara, pembahasan dan pengesahan tata tertib sidang serta laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus. Sedangkan hari kedua adalah siding-sidang komisi, meliputi Komisi Program Kerja, Komisi Adat, Komisi Struktur Organisasi, dan Komisi Sistem Pembinaan Anggota. Sedangkan hari ketiga meliputi sidang pleno yang membahas dan mengesahkan hasil-hasil sidang komisi serta pemilihan Ketua Dewan Racana putra dan putri periode 2017.

Nanang Syaikhu dalam pidato sambutan pembukaannya mengatakan, organisasi Pramuka peserta didik di tingkat golongan Pandega berbeda dengan organisasi satuan di tingkat golongan Penegak, Penggalang maupun Siaga. Organisasi Dewan Pandega di perguruan tinggi dinilai lebih matang dan relatif tertata dengan baik. Hal itu bukan lantaran dari segi usianya yang sudah tergolong dewasa tetapi Pramuka itu juga berstatus mahasiswa.

“Jadi, tak heran jika pelaksanaan musyawarahnya pun terkesan lebih formal dan serius seperti organisasi besar lainnya,” katanya.

Karena lebih metang itu pula, tambah Nanang, wajar jika dalam proses persidangannya sedikit lebih berdinamika. “Tetapi jangan karena dinamisnya, lantas muncul debat kusir yang dapat menyita waktu persidangan. Jika tak terlalu urgen untuk dibahas sebaiknya dihindari saja,” pesannya. (ns)