Calon peserta Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PPM) 2016 wajib melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit UIN Jakarta. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesiapan fisik peserta dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus mendatang.

Calon peserta Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PPM) 2016 wajib melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit UIN Jakarta. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesiapan fisik peserta dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus mendatang.

Gd. Rektorat, BERITA UIN Online— Calon peserta Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PPM) 2016 wajib melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit UIN Jakarta. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesiapan fisik peserta dalam melaksanakan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus mendatang.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Djaka Badranaya ME kepada BERITA UIN Online, Kamis (21/04). Menurutnya, kewajiban ini menjadi prasyarat kelulusan peserta mengikuti KKN PPM. “Sebab asuminya, kegiatan KKN PPM itu ada dimensi fisiknya. Nah, cek kesehatan itu adalah pemenuhan aspek tersebut,” tuturnya.

Mahasiswa yang berpotensi mempunyai penyakit, sambungnya, dilarang mengikuti KKN Reguler. Namun untuk mengakomodir pelaksanaan kewajiban pengabdian, katanya, bisa saja mahasiswa bersangkutan ditawarkan melakukan program pengabdian melalui skema KKN PPM in Campus, yakni terlibat dalam program-program pengabdian di lingkungan kampus.

Terpisah, salah satu dokter yang bertugas melakukan cek kesehatan mahasiswa calon peserta KKN RS UIN Jakarta, dr. Sri Wahyuningtyas,  mengatakan kegiatan cek kesehatan diperlukan untuk mengukur kemampuan fisik calon peserta mengikuti program tersebut. “Kegiatan satu bulan masa KKN merupakan kegiatan fisik, jadi mahasiswa harus prepare,” katanya.

Bagi peserta yang dinyatakan sehat, Sri menyarankan agar mereka tetap menjaga kesehatan. Pasalnya, kesehatan fisik bisa berubah-ubah sehingga harus terus dijaga dengan rutin berolahraga dan mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi.  “Sehingga saat kegiatan akan dimulai, para peserta sudah siap,” tambahnya. (Laporan Firda Zahrina)

Share This