PLT UIN Jakarta, Gerbang Menuju Universitas Riset

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone






 

DI sebelah timur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan di belakang Perpustakaan Utama ada sebuah bangunan berlantai enam yang tingginya hampir sama dengan gedung fakultas. Gedung itu tak lain Pusat Laboratorium Terpadu atau PLT.

 

Secara umum laboratorium yang ada di PLT adalah laboratorium untuk disiplin ilmu eksakta (sains) dan teknologi informasi. Misalnya, laboratorium kimia, fisika, biologi, matematika, agribisnis, teknologi informasi, dan sistem informasi. Berbagai jenis laboratorium tersebut berada di lantai dasar hingga lantai enam gedung ini.

 

Bagi mahasiswa atau dosen yang ingin melakukan praktik laboratorium yang berkaitan dengan makanan dan lingkungan bisa melangsungkannya di lantai dasar gedung ini. Di lantai ini pula disediakan ruangan yang dipergunakan untuk workshop. Sedangkan bagi yang akan melakukan praktik fisika bisa di lantai berikutnya. Di lantai dua ini terdapat berbagai macam jenis laboratorium fisika seperti fisika dasar, fisika material, fisika lanjutan, listrik dan instrumentasi, dan geofisika.

 

Berbagai macam jenis laboratorium kimia terdapat di lantai tiga. Di sini disediakan laboratorium kimia fisika, kimia organik, kimia analisis, dan kimia anorganik. Adapun  untuk laboratorium biologi bisa didapati di lantai selanjutnya. Laboratorium fisiologi, mikrobiologi, biologi dasar, dan ekologi tersedia di lantai empat. Sementara itu, bagi yang akan melangsungkan praktik teknologi-sistem informasi dan matematika bisa ke lantai lima dan enam.

 

Di lantai lima tersedia laboratorium jaringan komputer, CNAP, pusat kompetensi perangkat keras (hardware), studio matematika, perhitungan dan simulasi, workshop elektronik, digital dan mikroprocessor, dan aplikasi komputer. Sedangkan di lantai terakhir disediakan laboratorium telekomunikasi, studio penyiaran (broadcasting), elektronik dasar, konversi ukuran dan energi, GPS dan GIS, penelitian dan pengembangan teknologi informasi, database dan pemograman (programming), dan komputer multimedia.

 

Menurut Direktur PLT Dr Mirzan Thabrani Razzak, laboratorium tersebut bisa dipergunakan oleh seluruh fakultas jika memang fakultas memerlukannya. “Kita melayani praktikum untuk seluruh fakultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta,” tuturnya. Namun hingga kini, ia melanjutkan, fakultas yang sering menggunakan laboratorium ini hanya dua fakultas yaitu Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Untuk FKIK yang sering melakukan praktikum adalah Jurusan Farmasi dan Ilmu Keperawatan.

 

Untuk fasilitas atau sarana praktikum yang tersedia di laboratorium ini, menurut Mirzan bisa dibilang sudah memenuhi standar. Akan tetapi, katanya, fasilitas laboratorium akan terus dilengkapi atau dimutakhirkan. “Untuk saat ini fasilitas sudah cukup, tapi ada beberapa alat yang berangsur-angsur akan kita tambah,” tegas pria yang memperoleh gelar doktor di bidang teknik dari Universitas Tokyo, Jepang ini.

 

Ia menjelaskan, untuk saat ini PLT sedang melakukan pendayagunaan beberapa instrumen kimia, misalnya atomic absorption spectrophotometer (AAS) alias spektrofotometer serapan atom, gas chromatography mass spectrophotometer (GC-MS), high performance liquid chromatography (HP-LC), dan X ray diffraction (XRD) alias difraksi sinar X.

 

AAS dipergunakan untuk menganalisa unsur-unsur kimia khususnya logam agar bisa mendeteksi pencemaran lingkungan yang berbahaya. Sedangkan GC-MS dipakai untuk menganalisa senyawa organic terutama bahan obat-obatan (farmasi). HP-LC dimanfaatkan untuk mengidentifikasi bentuk kristal dari senyawa organik dan anorganik. Adapun XRD didayagunakan untuk mengidentifikasi bentuk kristal dari senyawa organik dan anorganik. “Baru-baru ini kita mendapatkan grand penelitian dari lembaga penelitian untuk memeriksa karakter kristal antibiotik menggunakan XRD,” ungkapnya.

 

Nah, berkaitan dengan cita-cita UIN Jakarta untuk menjadi universitas riset, PLT  memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada sivitas akademika untuk melakukan penelitian. Selain itu, lembaga ini akan mendorong agar di kampus ini tercipta suasana untuk riset. “Kami siap memfasilitasi sarananya,” terang alumnus Jurusan Kimia Universitas Indonesia ini.

 

Kini, pria kelahiran Bengkulu, 14 Juli 1947 ini sedang mengusahakan agar laboratorium yang dipimpinnya bisa mendapatkan akreditasi. Tujuannya adalah supaya bisa diakui secara nasional dan orderan penelitian dari luar bisa diakui secara sah. “Untuk saat ini belum mendapatkan akreditasi, tapi kita lagi menuju kesana,” tandasnya. Ia menambahkan, proses akreditasi ini sudah berjalan selama tiga tahun ke belakang. Supaya lembaga ini bisa mendapatkan akreditas maka harus menyediakan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan. Akan tetapi keadaan realnya, sumber daya yang ada di lembaga ini masih baru dan memerlukan pelatihan-pelatihan.

 

Mirzan berharap ke depan suapaya adanya atmosfir kerjasama antar seluruh unsur pimpinan dalam rangka pembinaan dan pendukungan terhadap aktifitas PLT. “Mari kita bahu membahu mewujudkan cita-cita UIN Jakarta menjadi universitas riset,” ajaknya. [Akhwani Subkhi]

 

 

 

           

PLT UIN Jakarta, Gerbang Menuju Universitas Riset

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone






 

DI sebelah timur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan di belakang Perpustakaan Utama ada sebuah bangunan berlantai enam yang tingginya hampir sama dengan gedung fakultas. Gedung itu tak lain Pusat Laboratorium Terpadu atau PLT.

 

Secara umum laboratorium yang ada di PLT adalah laboratorium untuk disiplin ilmu eksakta (sains) dan teknologi informasi. Misalnya, laboratorium kimia, fisika, biologi, matematika, agribisnis, teknologi informasi, dan sistem informasi. Berbagai jenis laboratorium tersebut berada di lantai dasar hingga lantai enam gedung ini.

 

Bagi mahasiswa atau dosen yang ingin melakukan praktik laboratorium yang berkaitan dengan makanan dan lingkungan bisa melangsungkannya di lantai dasar gedung ini. Di lantai ini pula disediakan ruangan yang dipergunakan untuk workshop. Sedangkan bagi yang akan melakukan praktik fisika bisa di lantai berikutnya. Di lantai dua ini terdapat berbagai macam jenis laboratorium fisika seperti fisika dasar, fisika material, fisika lanjutan, listrik dan instrumentasi, dan geofisika.

 

Berbagai macam jenis laboratorium kimia terdapat di lantai tiga. Di sini disediakan laboratorium kimia fisika, kimia organik, kimia analisis, dan kimia anorganik. Adapun  untuk laboratorium biologi bisa didapati di lantai selanjutnya. Laboratorium fisiologi, mikrobiologi, biologi dasar, dan ekologi tersedia di lantai empat. Sementara itu, bagi yang akan melangsungkan praktik teknologi-sistem informasi dan matematika bisa ke lantai lima dan enam.

 

Di lantai lima tersedia laboratorium jaringan komputer, CNAP, pusat kompetensi perangkat keras (hardware), studio matematika, perhitungan dan simulasi, workshop elektronik, digital dan mikroprocessor, dan aplikasi komputer. Sedangkan di lantai terakhir disediakan laboratorium telekomunikasi, studio penyiaran (broadcasting), elektronik dasar, konversi ukuran dan energi, GPS dan GIS, penelitian dan pengembangan teknologi informasi, database dan pemograman (programming), dan komputer multimedia.

 

Menurut Direktur PLT Dr Mirzan Thabrani Razzak, laboratorium tersebut bisa dipergunakan oleh seluruh fakultas jika memang fakultas memerlukannya. “Kita melayani praktikum untuk seluruh fakultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta,” tuturnya. Namun hingga kini, ia melanjutkan, fakultas yang sering menggunakan laboratorium ini hanya dua fakultas yaitu Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Untuk FKIK yang sering melakukan praktikum adalah Jurusan Farmasi dan Ilmu Keperawatan.

 

Untuk fasilitas atau sarana praktikum yang tersedia di laboratorium ini, menurut Mirzan bisa dibilang sudah memenuhi standar. Akan tetapi, katanya, fasilitas laboratorium akan terus dilengkapi atau dimutakhirkan. “Untuk saat ini fasilitas sudah cukup, tapi ada beberapa alat yang berangsur-angsur akan kita tambah,” tegas pria yang memperoleh gelar doktor di bidang teknik dari Universitas Tokyo, Jepang ini.

 

Ia menjelaskan, untuk saat ini PLT sedang melakukan pendayagunaan beberapa instrumen kimia, misalnya atomic absorption spectrophotometer (AAS) alias spektrofotometer serapan atom, gas chromatography mass spectrophotometer (GC-MS), high performance liquid chromatography (HP-LC), dan X ray diffraction (XRD) alias difraksi sinar X.

 

AAS dipergunakan untuk menganalisa unsur-unsur kimia khususnya logam agar bisa mendeteksi pencemaran lingkungan yang berbahaya. Sedangkan GC-MS dipakai untuk menganalisa senyawa organic terutama bahan obat-obatan (farmasi). HP-LC dimanfaatkan untuk mengidentifikasi bentuk kristal dari senyawa organik dan anorganik. Adapun XRD didayagunakan untuk mengidentifikasi bentuk kristal dari senyawa organik dan anorganik. “Baru-baru ini kita mendapatkan grand penelitian dari lembaga penelitian untuk memeriksa karakter kristal antibiotik menggunakan XRD,” ungkapnya.

 

Nah, berkaitan dengan cita-cita UIN Jakarta untuk menjadi universitas riset, PLT  memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada sivitas akademika untuk melakukan penelitian. Selain itu, lembaga ini akan mendorong agar di kampus ini tercipta suasana untuk riset. “Kami siap memfasilitasi sarananya,” terang alumnus Jurusan Kimia Universitas Indonesia ini.

 

Kini, pria kelahiran Bengkulu, 14 Juli 1947 ini sedang mengusahakan agar laboratorium yang dipimpinnya bisa mendapatkan akreditasi. Tujuannya adalah supaya bisa diakui secara nasional dan orderan penelitian dari luar bisa diakui secara sah. “Untuk saat ini belum mendapatkan akreditasi, tapi kita lagi menuju kesana,” tandasnya. Ia menambahkan, proses akreditasi ini sudah berjalan selama tiga tahun ke belakang. Supaya lembaga ini bisa mendapatkan akreditas maka harus menyediakan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan. Akan tetapi keadaan realnya, sumber daya yang ada di lembaga ini masih baru dan memerlukan pelatihan-pelatihan.

 

Mirzan berharap ke depan suapaya adanya atmosfir kerjasama antar seluruh unsur pimpinan dalam rangka pembinaan dan pendukungan terhadap aktifitas PLT. “Mari kita bahu membahu mewujudkan cita-cita UIN Jakarta menjadi universitas riset,” ajaknya. [Akhwani Subkhi]