PKS Manfaatkan Momentum dalam Beriklan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriany

 

Syahida Inn, UINJKT Online - Dana yang terbatas menjadi kendala bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam beriklan di televisi. Sebab itu, PKS memanfaatkan momentum agar iklannya memiliki efek yang lama ketimbang kemunculan iklan itu sendiri. Ketua Badan Humas DPP PKS Ahmad Mabruri menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Nasional “Media Massa, Partai Politik dan Kampanye 2009” yang diselenggarakan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), di Syahida Inn, Kamis (20/11).

 

Menurut Mabruri, dua iklan PKS yang ditayangkan bersamaan dengan momentum Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan berhasil mencuri perhatian masyarakat. Kedua iklan ini menjadi pembicaraan baik di media cetak dan elektronik, bahkan menuai kontroversi. “Efek dari dua iklan kami cukup sukses, bahkan menjadi topik utama dalam pemberitaan di TV. Iklan yang cuma tayang tiga hari, tapi dibicarakan hingga dua sampai tiga minggu,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, corporate secretary Media Nusantara Citra (MNC) Gilang Iskandar menyatakan, niat PKS tersebut baik, namun jika kontroversi tersebut tidak bisa dimenej akan merugikan PKS sendiri.

 

“Misalnya iklan pahlawan nasional yang memasukkan nama Soeharto, kalau PKS beralasan PKS partai Islam dan merupakan ajaran Islam untuk kita saling memaafkan, saya kira efek positif bisa dituai PKS,” jelas Gilang.

 

Namun, tambah Gilang, jangan sampai malah efek negatif yang didapat, bermaksud mempopulerkan partai, tapi malah kesan tidak konsisten yang dituai.* [Nif/Ed]

PKS Manfaatkan Momentum dalam Beriklan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriany

 

Syahida Inn, UINJKT Online - Dana yang terbatas menjadi kendala bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam beriklan di televisi. Sebab itu, PKS memanfaatkan momentum agar iklannya memiliki efek yang lama ketimbang kemunculan iklan itu sendiri. Ketua Badan Humas DPP PKS Ahmad Mabruri menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Nasional “Media Massa, Partai Politik dan Kampanye 2009” yang diselenggarakan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), di Syahida Inn, Kamis (20/11).

 

Menurut Mabruri, dua iklan PKS yang ditayangkan bersamaan dengan momentum Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan berhasil mencuri perhatian masyarakat. Kedua iklan ini menjadi pembicaraan baik di media cetak dan elektronik, bahkan menuai kontroversi. “Efek dari dua iklan kami cukup sukses, bahkan menjadi topik utama dalam pemberitaan di TV. Iklan yang cuma tayang tiga hari, tapi dibicarakan hingga dua sampai tiga minggu,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, corporate secretary Media Nusantara Citra (MNC) Gilang Iskandar menyatakan, niat PKS tersebut baik, namun jika kontroversi tersebut tidak bisa dimenej akan merugikan PKS sendiri.

 

“Misalnya iklan pahlawan nasional yang memasukkan nama Soeharto, kalau PKS beralasan PKS partai Islam dan merupakan ajaran Islam untuk kita saling memaafkan, saya kira efek positif bisa dituai PKS,” jelas Gilang.

 

Namun, tambah Gilang, jangan sampai malah efek negatif yang didapat, bermaksud mempopulerkan partai, tapi malah kesan tidak konsisten yang dituai.* [Nif/Ed]