Cabang bulu tangkis ganda putri UIN Jakara berhasil mendulang satu keping medali emas, sedangkan ganda putra menyumbangkan satu keping medali perak.

Banda Aceh, BERITA UIN Online – Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (Pionir) ke VIII Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Banda Aceh berakhir Ahad (30/4/2017). Sedikitnya 10 keping medali berhasil diboyong kontingen UIN Jakarta dari beberapa cabang olahraga dan bidang seni serta riset.

Meski perolehan medali UIN Jakarta tak sebanyak pada Pionir VII di Palu, Sulawesi Tengah, tahun 2015 lalu, namun capaian prestasi tersebut patut diacungi jempol. Setidaknya, dalam beberapa pertandingan maupun perlombaan yang diikuti, tim UIN Jakarta sudah menorehkan prestasi yang baik.

“Saya sangat mengapresiasi semua ikhtiar yang sudah dilakukan tim UIN Jakarta. Saya kira capaian prestasi tersebut menjadi catatan sendiri bagi sejarah olahraga, seni, dan kegiatan riset di UIN Jakarta,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan Prof Dr Yusron Razak kepada BERITA UIN Online di Banda Aceh.

Tim UIN Jakarta, menurut Yusron, dinilai sudah sangat baik saat bertanding menghadapi tim lain di ajang Pionir PTKIN. Karena itu tim UIN Jakarta tak perlu berkecil hati meski beberapa di antaranya ada yang tak lolos menjadi juara.

“Tidak ada istilah kalah. Semuanya telah menang dan menjadi juara. Apalagi sejak awal saya katakan bahwa ajang Pionir PTKIN bukan untuk prestasi melainkan menjalin silaturahmi,” ujarnya.

Peringkat ketiga

Sementara itu, dari hasil rekapitulasi perolehan medali, kontingen UIN Jakarta masuk peringkat ketiga dari lima besar kontingen yang memiliki skor nilai tertinggi. Kelima kontingen berdasarkan urutan nomor itu adalah UIN Banda Aceh (skor 33) memperoleh 18 keping medali (6 emas, 3 perak, 9 perunggu), IAIN Tulung Agung (skor 27) memperoleh 12 keping medali (6 emas, 3 perak, 3 perunggu), UIN Jakarta (skor 20) memperoleh 10 keping medali (2 emas, 6 perak, 2 perunggu),  UIN Bandung (skor 19) memperoleh sembilan keping medali (2 emas, 5 perak, 2 perunggu), dan UIN Yogyakarta (skor 15) memperoleh enam keping medali (3 emas, 3 perak).

Secara umum, persaingan antarpeserta tampaknya memang sangat ketat. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Hal itu terlihat dari hampir meratanya perolehan medali yang masuk ke dalam lima besar.

Dua medali emas tim UIN Jakarta didulang dari cabang seni dan olahraga, yakni puitisasi al-Qur’an dan bulu tangkis ganda putri dengan perolehan masing-masing satu keping. Kemudian enam medali perak masing-masing didulang dari tenis meja, debat berbahasa Arab, catur kilat putra, bulu tangkis tunggal putrid, bulu tangkis ganda putra, dan musabaqah maqalah al-Qur’an (MMQ). Sedangkan dua medali perunggu masing-masing disumbangkan dari musabaqah syarhil Qur’an (MSQ) dan karya inovasi.

Pada Pionir VIII PTKIN di Banda Aceh, kontingen UIN Jakarta mengirimkan sebanyak 56 atlet/peserta dan 11 official. Mereka berasal dari berbagai fakultas dan jurusan di UIN Jakarta serta merupakan atlet/peserta pilihan. Adapun cabang olahraga dan seni yang diikuti sebanyak 19 dari 24 mata lomba yang dipertandingkan. (ns)

Share This