Pimpinan UIN Jakarta Dorong Optimalisasi Publikasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
159

Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Dr. H. Rudi Subiyantoro, M.Pd

Rektorat, BERITA UIN Online— Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Dr H Rudi Subiyantoro MPd akan mengawal serta mendorong optimalisasi publikasi melalui website pusat maupun fakultas. Pasalnya, UIN Jakarta saat ini tengah menapaki jenjang sebagai kampus bertarap internasional (World Class University). Hal itu diungkapkan saat ditemui tim BERITA UIN Online di ruang kerjanya, Kamis (24/11).

“Seluruh fakultas yang ada di UIN Jakarta diharapkan mengoptimalkan aktivitas websitenya dengan meng-update konten, baik berita kegiatan strategis di fakultas maupun dengan meng-upload artikel-artikel ilmiah hasil karya para dosen,” tambahnya.

Masih menurut Rudi, upaya optimalisasi publikasi UIN Jakarta tersebut tentunya membutuhkan sinergitas kinerja antara pengelola website fakultas dan pusat, yaitu Bagian Publikasi dan Dokumentasi.

“UIN Jakarta saat ini merupakan kampus “panutan” bagi Perguruan Tinggi Islam lainnya. Selain juga merupakan kampus Islam tertua di Indonesia yang saat ini tengah memosisikan diri menjadi kampus bertarap internasional,” tegas Rudi.

Di akhir pembicaraannya, Rudi menyadari bahwa untuk merealisasikan hal di atas, perlu adanya dukungan dari segenap pimpinan UIN Jakarta. Oleh karenanya, saat ini pihaknya terus mengupayakan dan mengawal terealisasinya cita-cita UIN Jakarta yaitu menjadi kampus yang dikenal masyarakat dunia.

Di lain kesempatan, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MA mengatakan, bahwa ikhtiar UIN Jakarta untuk menjadi kampus bertarap internasional masih terus dilaksanakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan alokasi dana riset yang mencapai 30 persen, serta memberikan kesempatan kepada seluruh sivitas akademika UIN Jakarta untuk meningkatkan keilmuannya.

“Seluruh sivitas akademika UIN Jakarta memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan, penelitian, dan kesempatan melanjutkan pendidikan. Tidak hanya akademisi, namun karyawan pada bagian birokrasi pun akan mengenyam kesempatan yang sama,” terang Guru Besar Sejarah Peradaban Islam tersebut. (lrf)