Pidato Rektor UIN Jakarta Wisuda Sarjana ke-96: Memperkuat Akseptabilitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Menghadapi Implementasi MEA 2015

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebagai  pendahuluan  dari  sambutan  ini, marilah  senantiasa kita panjatkan  puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena pada hari yang sangat berbahagia ini kita memperoleh nikmat-Nya untuk dapat berkumpul di Gedung Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, dalam rangka melaksanakan satu kegiatan yang sangat penting bagi keluarga besar UIN Jakarta, yaitu Wisuda Sarjana UIN Jakarta ke-96 tahun akademik 2014/2015.

Sehubungan dengan acara ini, perkenankan saya atas nama pribadi maupun institusi dan seluruh sivitas akademika UIN Jakarta, dengan penuh kebanggaan pada hari ini mempersembahkan 1.069 orang lulusan dari 11 fakultas dan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

Rinciannya, 83 wisudawan-wisudawati Fakultas Adab dan Humaniora, 22 wisudawan-wisudawati Fakultas Ushuluddin, 111 wisudawan-wisudawati Fakultas Syariah dan Hukum, 78 wisudawan-wisudawati Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 66 wisudawan-wisudawati Fakultas Psikologi (sarjana dan magister), 76 wisudawan-wisudawati Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan 108 wisudawan-wisudawati Fakultas Sains dan Teknologi.

Selanjutnya, 405 wisudawan-wisudawati dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (S1 dan S2), 16 wisudawan-wisudawati Fakultas Dirasat Islamiyah (S1 dan S2), 40 wisudawan-wisudawati Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 38 wisudawan-wisudawati Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan 25 wisudawan-wisudawati Sekolah Pascasarjana.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, mewakili seluruh sivitas akademika UIN Jakarta, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan program pendidikan sarjana, magister, dan doktor atas keberhasilannya menyelesaikan  studi  di  UIN Jakarta.  Kepada  para orang tua, orang tua asuh, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan, saya turut bersyukur, berbahagia dan sekali lagi mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka.

Yang tidak kalah pentingnya, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh staf pengajar dan staf non-akademik  UIN Jakarta atas kerja keras dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa kita hingga mereka berhasil menyelesaikan studinya, di wisuda pada pagi yang bahagia ini.

Hadirin yang berbahagia

Dalam suasana yang dipenuhi oleh rasa bahagia dan syukur ini, perkenankan saya menyampaikan isu besar yang sedang dan akan ditempuh UIN Jakarta kini dan mendatang, yakni mengokohkan UIN Jakarta sebagai bagian dari perguruan tinggi kelas dunia (World Class University/WCU). Pengokohan ini diperlukan sebagai pertanggungjawaban sekaligus perluasan peran UIN Jakarta dalam mengembangkan kehidupan umat-bangsa yang lebih baik, kini dan mendatang.

Perlu kami sampaikan, beberapa langkah strategis yang tengah kami upayakan dalam mengokohkan UIN Jakarta menjadi salah satu perguruan tinggi kelas dunia. Langkah pertama yang tengah kami lakukan adalah, mengakselerasi perolehan sertifikasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA) sehingga UIN Jakarta dapat menjadi bagian dari the leading universities in ASEAN.

Signifikansi sertifikasi AUN QA adalah memungkinkan UIN Jakarta terus meningkatkan kualitas pengelolaan akademik sesuai perkembangan standar internasional. Selain itu, hal yang lebih penting dengan sertifikasi AUN QA, para sarjana alumni UIN Jakarta bisa diterima pasar ekonomi ASEAN yang semakin berkembang pesat.

Terkait sertifikasi AUN QA ini, kami sudah menyampaikan usulan asessmen AUN QA atas beberapa program studi UIN Jakarta. Syukur, Alhamdulillah, Executive Director AUN sendiri menyatakan siap melakukan visitasi ke kampus yang kita banggakan ini di awal tahun depan.

Hadirin sekalian yang berbahagia

Untuk mengokohkan diri sebagai perguruan tinggi kelas dunia, langkah yang akan ditempuh UIN Jakarta adalah memperkuat kapasitas dosen dengan mengimplementasikan tiga kegiatan research utama. Ketiganya yaitu penelitian kolaboratif internasional (international collaborative research), visiting professor, dan Research Fellowship.

Penelitian kolaboratif internasional diperuntukkan bagi dosen-peneliti UIN Jakarta untuk berkolaborasi melakukan kegiatan penelitian dengan universitas, institusi dan lembaga riset internasional bereputasi dan diutamakan masuk dalam rangking 500 universitas terbaik dunia.

Visiting professor diperuntukkan bagi para guru besar agar terus berkiprah di ranah intelektual, mengembangkan ide dan gagasannya melalui joint research dan berbagai aktifitas akademi lainnya. Begitu research fellowship, kita buka untuk memfasilitasi dosen bergelar doktor mengembangkan penelitian sesuai bidang keilmuannya.

Alhamdulillah, ketiga kegiatan penelitian utama ini sudah bisa dimulai tahun ini. Untuk penelitian kolaboratif internasional, misalnya, kita akan memfasilitasi 10 kegiatan penelitian. Sedangkan visiting professor dan research fellowship, kita akan memfasilitasi masing-masing dengan enam kegiatan kunjungan akademik dan penelitian. Mudah-mudahan, dengan dijalankannya program-program ini, posisi UIN Jakarta dalam peta akademik internasional ikut terdongkrak.

Hadirin yang terhormat

Dalam kesempatan ini juga, saya ingin mengingatkan kembali tantangan sekaligus peluang yang tinggal beberapa waktu segera diterapkan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yakni ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Disebut tantangan, karena pemberlakuan MEA menuntut kita menyiapkan aspek akademik sebaik mungkin. Disebut peluang karena berlakunya MEA di satu sisi dan kesiapan akademik UIN Jakarta di sisi lain, mendorong perluasan peran UIN Jakarta melalui para sarjana alumni yang berkiprah di berbagai bidang keilmuan dan keahlian.

Terkait hal ini, ada beberapa hal yang ingin kami lakukan ke depan. Salah satunya melakukan review atas kurikulum yang ditawarkan kepada para mahasiswa yang belajar di UIN Jakarta. Argumentasi utama atas perlunya review kurikulum didasarkan atas tuntutan bahwa para sarjana alumni kita bisa diterima dengan baik (well accepted) di berbagai wilayah pengabdian sesuai keahlian dan keilmuan mereka.

Tentu saja, review juga tetap menekankan internalisasi nilai-nilai keislaman dalam pandangan hidup, etika, dan perilaku keseharian mereka sebagai sarjana Muslim yang lahir dari rahim perguruan tinggi keagamaan Islam. Dengan demikian, profil sarjana-alumni UIN Jakarta merupakan sarjana yang ahli di bidang keilmuan-keahliannya, namun juga tetap memiliki ghirah keislaman yang kuat.

Hadirin yang kami terhormat

Hal lain yang perlu kami sampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini adalah tekad dan ikhtiar kami dalam mendorong lahirnya para mahasiswa dan sarjana UIN Jakarta yang melek ICT dan menguasai bahasa asing. Kementerian Pendidikan dan Ristek RI mencatat, kelemahan mayoritas sumber daya manusia Indonesia hingga kini –termasuk sarjana universitas–  adalah masih rendahnya penguasaan mereka atas ICT dan bahasa asing. Padahal, keduanya merupakan kunci utama bagi mereka dalam memasuki kehidupan global dan serba teknologi seperti kita saksikan akhir-akhir ini.

Menyangkut kelemahan di bidang ICT, kami bertekad memperkuat penguasaan ICT para mahasiswa dari berbagai fakultas di luar Fakultas Sains dan Teknologi melalui sertifikasi keahlian ICT. Sedangkan kelemahan di bidang penguasaan bahasa, kami akan mendorong penggunaan bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam proses akademik di seluruh lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mudah-mudahan dengan kedua ikhtiar tersebut, baik ikhtiar penguatan penguasaan ICT maupun penguatan bahasa asing, kisah kelemahan mayoritas sumber daya manusia Indonesia segera berlalu. Dengan begitu, mereka juga siap tampil dalam kehidupan yang makin global dan serba digital.

Hadirin yang terhormat

Demikian yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini. Namun sebelum mengakhiri sambutan ini, kami ingin mengingatkan bahwa seluruh tekad dan ikhtiar : 1) Mengokohkan UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi kelas dunia; 2) Menempatkan UIN Jakarta sebagai bagian the leading universities in ASEAN; 3) Mengkreasikan para sarjana alumni dengan kedalaman ilmu dan ketaatan beragama yang siap berkompetisi di dunia yang makin global dan digital, terutama seiring berlakunya MEA 2015, seluruhnya akan tercapai hanya jika kita –seluruh sivitas akademika UIN Jakarta– bekerja bersama-sama dengan ikhlas dan penuh totalitas.

Akhirulkalam, semoga Allah SWT yang  Maha  Memiliki  Ilmu,  Maha  Pencipta, dan Maha Pemelihara segenap umat manusia, senantiasa mencurahkan petunjuk-Nya kepada kita semua dalam mengokohkan peran dan kontribusi UIN Jakarta dalam menciptakan kehidupan umat-bangsa yang lebih baik, hari ini dan mendatang.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.