Pidato Ketua Senat UIN Jakarta Wisuda Ke 101

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Ketua Senat UIN Jakarta

Ketua Senat UIN Jakarta Prof Dr M Atho Mudzhar MA saat menyampaikan pidato pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke 101, S1, S2 dan S3, Sabtu (20/08/16)

Pidato Ketua Senat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke 101, S1, S2 dan S3

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Disampaikan oleh: Prof. Dr. M. Atho Mudzhar, MA

Auditorium Harun Nasution, Sabtu, 20 Agustus 2016

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yth. Sdr. Rektor UIN Syarif  Hidayatuallah Jakarta
Yth. Para Wakil Rektror
Yth. Para Dekan.
Yth. Para Guru Besar Anggota Senat  Universitas
Yth. Para orangtua wisudawan dan wisudawati
Yth. Para undangan dan hadirin yang terhormat dan Saudara-saudara para wisudawan dan wisudawati yang berbahagia.

Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke 101 UIN Syarif Hidayatuallah Jakarta, kami nyatakan dimulai secara resmi dengan membaca basmalah. Bismillahirrohmanirrohim.

Puji syukur pertama mari kita panjatkan kehadiarat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah dilimpahkanNya kepada kita sekalian. Salawat dan salam marilah kita doakan semoga dilimpahkan  kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.

Rektor dan hadirin yang kami hormati

Wisuda ke 101 hari ini dilaksanakan hanya selang empat hari setelah kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 pada tgl 17 Agustus yang baru lalu. Kita bersyukur bahwa pada tgl 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia diberi anugerah yang luar biasa dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada  17 Agustus 1945. Setelah proklamasi kemerdekaan  itu bangsa Indonesia kemudian harus menghadapi revolusi fisik sampai penyerahan kedaulatan pada Desember 1949 dan setelah itu bangsa Indonesia diberi limpahan nikmat yang luar biasa dan terus menerus sifatnya. Andaikan tidak ada kemerdekaan itu, bangsa kita tentulah masih dijajah  bangsa lain. Dengan kemerdekaan itulah kita mempunyai kedaulatan di negeri sendiri, dengan kemerdekaan itu kita memiliki pemerintahan sendiri, dengan kemerdekaan itu kita membangun lembaga lembaga pendidikan baik umum maupun agama, sehingga kita dapat mengenyam pendidikan tinggi seperti sekarang ini. Dengan kemerdekaan itu pula maka di Jakarta  berdiri dengan megah Mesjid Istiqlal yang kita banggakan itu. Jika Indonesia tidak merdeka, maka kita akan terus diperlakukan sebagai inlander yang tertindas dan terkebelakang. Oleh karena itu, kemerdekaan ini harus akita syukuri, kita jaga, kita pertahanakan, dan kita isi dengan sebaik-baiknya.

Dalam hubungan ini maka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan seluruh  civitas akademikanya  harus pula mensyukuri hal ini. Seluruh lapisan pimpinan UIN, para dosen, karyawan dan mahasiswa UIN, perlu  menyadari benar bahwa kehadiran UIN ini adalah salah satu bentuk nikmat Tuhan yang lahir karena kemerdekaan itu. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mempunyai visi untuk memberikan akses pendidikan tinggi Islam yang bermutu dan unggul dalam integrasi keislaman dan keilmuan kepada anak bangsa ini, khususnya umat Islam. Untuk mendukung visi itu maka program studi dan riset diperluas, metode dan fasilitas pembelajaran modern diperkenalkan, dan kelembagaan UIN sendiri diperkuat baik dari segi organisasi maupun sistem anggarannya. Tentu saja memerlukan perencanaan dan pentahapan dalam pelaksanaannya. Sejak berdirinya sebagai Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada tahun 1958, kemudian menjadi IAIN pada tahun 1960, dan akhirnya menjadi UIN sejak tahun 2002, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus melakukan pembenahan dan mengalami kemajuan.

Dalam hubungan ini bersyukurlah Saudara-saudara para wisudawan dan wisudawati, bahwa saudara-saudara diwisuda pada hari ini, pada saat lembaga pendidikan tinggi ini telah semakin maju dan semakin berkwalitas. Untuk itu kami ucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Semoga ilmu yang Saudara miliki akan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan kemanusiaan. Pesan kami ialah janganlah berhenti belajar, baik melalui jalur formal, maupun jalur lainnya. Ilmu kesarjanaan kita boleh jadi akan ketinggalan, apabila kita tidak rajin mengupdate dan menambah ilmu kita.

Saudara Rektor, demikianlah sambutan pembukaan kami selaku pimpinan Senat Universitas. Selanjutnya kami mohon Saudara Rektor untuk memimpin upacara wisuda ini. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.