Peureulak, Pusat Peradaban Islam Pertama di Tanah Melayu

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Hamzah Farihin

Auditorium SPs, BERITA UIN Online - Proses masuknya peradaban Islam ke Tanah Melayu bermula dari kemunculan kesultanan Islam pertama di Peureulak (sekarang Aceh Timur) pada abad ke-8 Masehi. Kebenaran ini dibuktikan melalui pendekatan sejarah dengan melihat tapak di lapangan dan manuskrip Alam Melayu.

Demikian dikatakan oleh Dr Mohd Syukri Yeoh Abdullah dalam kuliah umum bertajuk “Sumperan Zawiyah Cot Kala dalam Islamisasi Alam Melayu” yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana (SPs) di Auditorium SPs, Selasa (1/11).

Profesor dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) itu menjelaskan, penyebaran Islam ke Tanah Melayu pertama kali dilakukan oleh orang-orang Timur Tengah. Mereka melakukan Islamisasi melalui pesisir pantai Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu, yang awalnya menjajakan dagangan hingga pada akhirnya, terjadilah perkawinan dengan orang pribumi dan kegiatan sosial yang menarik masyarakat.

“Ini dapat dibuktikan dengan adanya kegiatan penyebaran dakwah Islam, yakni dengan berdirinya Kesultanan Islam pertama pada abad ke-8 Masehi di Peureulak,” ungkapnya

Peureulak, menurut Syukri, pernah menjadi pusat kiblatnya ilmu umat Islam Alam Melayu. Namun, tempat itu kini sudah menghilang dan jatidirinya tidak ditemukan kembali. Hal ini dikarenakan adanya penyelewengan oleh para penjajah Belanda, bahkan telah menjadi acuan buku sejarah saat ini.

Bukti lain, yaitu adanya pusat ilmu Islam pertama, Zawiyah Cot Kala, yang didirikan oleh golongan ulama sunni yang berasal dari Yaman Syekh Abdullah Kan’an, atas bantuan dari Sultan keenam kerajaan Islam Peureulak, Makhdum Alaudin Malik Muhammad Amin Syah Johan, pada abad ke-10 Masehi.

Menurutnya, Zawiyah Cot Kala adalah pusat kajian ilmu Islam pertama yang ada di Peureulak, yang banyak mengkaji tentang ilmu keislaman seperti, prinsip hidup, membina jaringan dengan cara bermusafir, dan kegiatan sosial yang menarik masyarakat Peureulak.

Setelah berdirinya Zawiyah Cot Kala, katanya, maka terjadilah Islamisasi di Peureulak, yang kemudian dapat melahirkan murid-muridnya dalam menyebarkan Islam ke seluruh peloksok Nusantara, seperti Jawa.

Menurut silsilah Sanad Zawiyah Cot Kala,  beberapa diantara muridnya yang  ditugaskan untuk menyebarkan islam di Jawa adalah Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Bonang.

“Kegiatan-kegiatan yang ada di Zawiyah Cot Kala, hampir sama dengan pusat pendidikan di pesantren. Misalnya, belajar tentang berbuat kebajikan, kegiatan sosial, memberi makan pada kaum dlu’afa, berziarah, menjenguk orang sakit, menghormati yang lebih tua, menjaga anak yatim dan melindungi kaum wanita,” katanya.