Peserta SBMPTN 2013 Jakarta Diprediksi Capai Lebih 60 Ribu

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kantor Adminsitrasi Pusat UI, BERITA UIN Online--Peserta Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 di wilayah Panilitia Lokal (Panlok) Jakarta diprediksi mencapai lebih dari 60 ribu orang. Panlok Jakarta meliputi UI, UIN Jakarta dan  UNJ.

“Tahun 2012 peserta SBMPTN (dulu SNMPTN Tulis) diprediksi mencapai 46.000 orang. Tapi yang ikut ujian mencapai 48.837 orang. Tahun ini prediksinya 60 ribu orang, tapi mungkin naik lagi,” ujar Sekretrais Panilia Lokal (Panlok) Jakarta Matrizal di Kantor Adminsitrasi Pusat UI di sela-sela rapat koordinasi dengan Panlok UIN Jakarta dan UNJ, Selasa (30/4/2013).

Menurutnya, kenaikan peminat SBMPTN 2013ikarena animo masyarakat untuk masuk PTN tiap tahun terus meningkat. Selain kemungkinan dikarenakan pemerintah banyak memberikan beasiswa kepada masyarakat.

Faktor lain yang membuat sebagian masyarakat ingin melanjutkan kuliah ke Jakarta, karena di ibukota banyak terdapat PTN. “Meski begitu, kalau dia berasal dari luar Jakarta tetap harus mengambil satu pilihan di daerah asalnya,” imbuhnya.

Dijelaskannya, secara umum pada penyelengaraan dan pelaksanaan SBMPTN 2013 tidak berbeda dengan seleksi-seleksi pada sebelumnya. “Untuk tahun ini sebelum mendaftar atau mengisi biodata dan pilihan program studi danm PTN, calon peserta harus membeli PIN dulu di Bank Mandiri sebagai biaya ujian,” papar dia.

Matrizal menambahkan, calon peserta seleksi dapat mengubah pilihan program studi atau PTN yang dipilih selama belum melakukan simpan permanen atas data yang telah diisi. “Biasanya menjelang penutupan pendaftaran, banyak ca;on peserta yang mengubah pilihan program studinya atau pilihan PTN.  Selama belum simpan permanen, data bisa diubah,” sambung dia.

Karena itu pula, Panlok Jakarta menghimbau calon peserta SBMPTN untuk tidak terburu-buru melakukan simpan permanen. Sebab, tegas dia, jika sudah simpanan permanen, maka data tidak bisa diubah, karena sudah dianggap divalidasi oleh calon peserta. “Ini soal sistem. Kalau mau mengubah, nanti harus beli PIN baru lagi,” katanya.

Dalam kesempatan terebut, Panlok juga menyepakati uji kompetensi bagi para pengawas, sehingga kejadian yang tidak diinginkan tak terjadi. “Tahun lalu ditemukan ada penagwas yang terlambat. Memasukkan Lembar Jawaban Ujian (LJU) diluar ruangan. Ini tidak boleh terjadi lagi,” imbuhnya. (D Antariksa/Saifudin)