Perundingan Damai, Mungkinkah Akhiri Masalah Palestina?

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Student Center, UINJKT Online -  Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSIST) Ahmad Sobari Lc pesimis terhadap perundingan damai antara Palestina dan Israel. Sobari menilai, hal itu tidak akan mengakhiri masalah yang sudah meradang selama 61 tahun di Palestina.

 

“Saya yakin perdamaian di Palestina tidak akan tercapai, karena Israel adalah kaum yang selalu merasa takut dengan kepunahan ras-nya, dan hal ini pulalah yang menjadikan mereka melalukan gerakan zionis ke Palestina,” ujar Sobari dalam seminar nasional “Mungkinkah Masalah Palestina Berakhir melalui Perundingan Damai?” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) bekerja sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Aula Student Center, Selasa (27/1).

 

Sobari menambahkan, Israel adalah penjajah terganas yang ada di muka bumi. Karena, Israel selain menguasai suatu negara, ia juga membawa kaumnya ke negara itu dan selalu berusaha menghabisi penduduk yang ada di dalamnya.

 

Sementara itu, Ahmad Ramly Tajudin MPA dari Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia berpendapat lain, perdamain di Palestina akan tercapai, “Kalau kedua belah pihak saling toleran, mereka pasti bisa hidup berdampingan tanpa akan ada masalah apa pun. Buktinya saat ini banyak orang Yahudi bisa hidup bersama di negara lain,”jelasnya.

 

Selain, seminar, acara tersebut diramaikan dengan pemutaran film tentang Palestina. Film tersebut mendapat respon cukup baik dari mahasiswa UIN Jakarta.[Jamilah/Nif/Ed]

Perundingan Damai, Mungkinkah Akhiri Masalah Palestina?

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Student Center, UINJKT Online -  Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSIST) Ahmad Sobari Lc pesimis terhadap perundingan damai antara Palestina dan Israel. Sobari menilai, hal itu tidak akan mengakhiri masalah yang sudah meradang selama 61 tahun di Palestina.

 

“Saya yakin perdamaian di Palestina tidak akan tercapai, karena Israel adalah kaum yang selalu merasa takut dengan kepunahan ras-nya, dan hal ini pulalah yang menjadikan mereka melalukan gerakan zionis ke Palestina,” ujar Sobari dalam seminar nasional “Mungkinkah Masalah Palestina Berakhir melalui Perundingan Damai?” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) bekerja sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Aula Student Center, Selasa (27/1).

 

Sobari menambahkan, Israel adalah penjajah terganas yang ada di muka bumi. Karena, Israel selain menguasai suatu negara, ia juga membawa kaumnya ke negara itu dan selalu berusaha menghabisi penduduk yang ada di dalamnya.

 

Sementara itu, Ahmad Ramly Tajudin MPA dari Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia berpendapat lain, perdamain di Palestina akan tercapai, “Kalau kedua belah pihak saling toleran, mereka pasti bisa hidup berdampingan tanpa akan ada masalah apa pun. Buktinya saat ini banyak orang Yahudi bisa hidup bersama di negara lain,”jelasnya.

 

Selain, seminar, acara tersebut diramaikan dengan pemutaran film tentang Palestina. Film tersebut mendapat respon cukup baik dari mahasiswa UIN Jakarta.[Jamilah/Nif/Ed]