Persiapkan Sandwich Program, Mahasiswa UIN Jakarta Mulai Diseleksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– 20 mahasiswa UIN Jakarta mengikuti orientasi pengenalan kampus University of Western Sydney (UWS) Australia di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Senin (29/6/2015) untuk persiapan pelaksanaan Sandwich Program (program belajar jangka pendek empat bulan) di UWS.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Kerjasama (Warek IV) Prof Dr Murodi MAg. Dalam sambutannya Murodi berpesan agar program ini diikuti dengan serius dan sungguh-sungguh agar tidak menimbulkan masalah ketika berada di sana.

“Ini (Sandwich Program, red.) adalah program pionir perdana UIN Jakarta dengan UWS, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar agar bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Murodi.

Pasalnya, program akan dilaksanakan pada akhir Juli-November 2015, sementara untuk persiapan, di samping membuat pasport, calon peserta juga harus lulus interview dan test IELTS pada 4 Juli 2015 sebagai syarat mutlak untuk lulus menjadi peserta program. Itu artinya, hanya ada waktu seminggu bagi calon peserta untuk persiapan test IELTS.

“Sejak mendaftar, calon peserta sudah diingatkan untuk siap dalam kondisi apapun dan test IELTS yang paling menentukan, walaupun wawancara lulus, belum tentu lulus test IELTS, tapi kalau wawancara tidak lulus sementara IELTS lulus, bisa berangkat,” ujar M Arskal Salim GP PhD Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) yang mendampingi Warek IV.

Bagi calon peserta yang lulus wawancara, lanjut Arskal, tahap selanjutnya test IELTS yang dibiayai UIN Jakarta, sedangkan bagi yang tidak lulus wawancara, dipersilahkan untuk dapat mengikuti test IELTS dengan biaya sendiri. “Silahkan ikut test IELTS dengan biaya sekira Rp 2 juta,” terang Arskal.

Diketahui, untuk dapat belajar di UWS, calon mahasiswa harus lulus test IELTS dengan skor minimal 6.5. Namun untuk UIN Jakarta, skor IELTS minimal 6.0 berkat adanya jalinan kerja dengan UWS.

Arskal menjelaskan, dalam seleksi ini, delapan orang akan terpilih untuk menjadi peserta Sandwich Program. Mereka dari semester empat dan semester enam. UIN Jakarta akan menanggung biaya tiket dan uang saku selama empat bulan pelaksanaan program, sementara UWS membebaskan biaya kuliah dan akan menyediakan akomodasinya.

Dalam kegiatan tersebut, selain orientasi kampus UWS, peserta langsung dipandu Koordinator Program dari UWS Agnes untuk mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) selama mengikuti program tersebut.

“Ada sembilan kampus di UWS, peserta dari UIN Jakarta akan ditempatkan di Bankstown Campus dan Perrith Campus. Fasilitasnya lengkap, mulai apartemen, masjid, student club, research facility, laundry, kitchen, dan fasilitas lainnya. Kalau kalian beruntung, kalian dapat kamar yang ada di depan kelas,” pungkas Agnes.

Terjaring di data Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) sebagai pelaksana kegiatan, para calon peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) lima orang, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dua orang, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) empat orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) dua orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) masing-masing satu orang. Turut hadir menyaksikan dekan dan wakil dekan fakultas masing-masing.