Perlu Perhatian Terhadap Pengidap Schizopherenia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Jaenuddin Ishaq 

Aula FPsi, UINJKT OnlineSkizofrenia merupakan penyakit jiwa yang ditandai dengan tidak berfungsinya otak seperti tidak dapat membedakan realitas di sekelilingnya. Umumnya mereka yang mengidap mengalami gangguan seperti dapat melihat sesuatu yang tidak wajar dan adanya perasaan yang berlebihan. 

Demikian dikatakan dr Rusdi Effendi Spkj dalam seminar dengan tema The World of Schizopherenia yang diadakan Forum Pengkajian Psikologi Islam (FP2I) Fakultas Psikologi (FPSi) di Aula FPSi, Jumat (22/5). 

Ia menyebutkan, gejala yang dialami penderita Schizopherenia pertama, waham yaitu keyakinan yang tidak mempunyai dasar, dan tidak realistik. Kedua, kekacauan proses berpikir ditandai terputusnya tahapan pencapaian maksud. Ketiga, halusinasi dengan menunjukan adanya panca indra yang tidak dirangsang oleh stimulus luar. Keempat, gaduh gelisah yaitu kegiatan yang tidak jelas dan kelima, permusuhan dengan mengekspresikan kemarahan dan kebencian. 

“Yang terpenting bahwa pengidap Schizopherenia bisa disembuhkan secara berkesinambungan. Tentunya dengan dukungan dari keluarga untuk ketaatan terhadap rehabilitasi yang efektif,” jelasnya yang juga dosen Psikologi Faal ini. 

Lebih lanjut ia mengatakan, penyembuhan seseorang terhadap penderita Schizopherenia dapat dilakukan seperti mengupayakan pihak keluarga untuk dapat mendampingi (diperhatikan), hindari konfrontasi atau kritik, pengawasan ketat ditempat yang aman dan membimbing penderita untuk melakukan aktifitas sehari-hari setelah gejala membaik. [Nif/Ed]  

Perlu Perhatian Terhadap Pengidap Schizopherenia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Jaenuddin Ishaq 

Aula FPsi, UINJKT OnlineSkizofrenia merupakan penyakit jiwa yang ditandai dengan tidak berfungsinya otak seperti tidak dapat membedakan realitas di sekelilingnya. Umumnya mereka yang mengidap mengalami gangguan seperti dapat melihat sesuatu yang tidak wajar dan adanya perasaan yang berlebihan. 

Demikian dikatakan dr Rusdi Effendi Spkj dalam seminar dengan tema The World of Schizopherenia yang diadakan Forum Pengkajian Psikologi Islam (FP2I) Fakultas Psikologi (FPSi) di Aula FPSi, Jumat (22/5). 

Ia menyebutkan, gejala yang dialami penderita Schizopherenia pertama, waham yaitu keyakinan yang tidak mempunyai dasar, dan tidak realistik. Kedua, kekacauan proses berpikir ditandai terputusnya tahapan pencapaian maksud. Ketiga, halusinasi dengan menunjukan adanya panca indra yang tidak dirangsang oleh stimulus luar. Keempat, gaduh gelisah yaitu kegiatan yang tidak jelas dan kelima, permusuhan dengan mengekspresikan kemarahan dan kebencian. 

“Yang terpenting bahwa pengidap Schizopherenia bisa disembuhkan secara berkesinambungan. Tentunya dengan dukungan dari keluarga untuk ketaatan terhadap rehabilitasi yang efektif,” jelasnya yang juga dosen Psikologi Faal ini. 

Lebih lanjut ia mengatakan, penyembuhan seseorang terhadap penderita Schizopherenia dapat dilakukan seperti mengupayakan pihak keluarga untuk dapat mendampingi (diperhatikan), hindari konfrontasi atau kritik, pengawasan ketat ditempat yang aman dan membimbing penderita untuk melakukan aktifitas sehari-hari setelah gejala membaik. [Nif/Ed]