Perlakukan Jenazah Layaknya Masih Hidup

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nuraini Lyna Wulandari

Gedung FSH, UIN Online – Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) Prof Dr H Muhammad Amin Suma menilai, selama ini masih banyak masyarakat yang belum melakukan perawatan jenazah secara benar sesuai syariat Islam. Karena itu, FSH berinisiatif menyelenggarakan Training of Trainer Praktikum Tajhiz Al-Janazah yang diikuti dosen-dosen FSH, di Ruang Teater lt.2 FSH, Selasa (8/6).

Hadir sebagai pembicara dua orang ahli jenazah dari Yayasan Duka Khusnul Khotimah, Kebayoran Baru, H Abdurrahman Wahid SPd.I dan Moch Farchan MS.

Usai dibuka oleh Kepala Laboratorium FSH, Drs H Zainul Arifin M.Pd, acara dimulai Dekan FSH Prof Amin Suma. Amin memaparkan mengenai prakematian pada saat sakaratul maut dan pascakematian. “Fungsi dari sakaratul maut adalah bisa mengetahui bagaimana perilaku dan amalan orang tersebut. Syarat untuk bisa menghadap kepada Allah  adalah dengan kematian,” paparnya.

Sementara itu, Moch Farchan MS yang juga penyusun buku Tuntunan Merawat Jenazah, mengupas tentang tata cara mengurus jenazah sesuai dengan tuntunan hadis rasul dan al-Qur’an. Farchan menuturkan mulai dari cara memandikan jenazah yang benar dan sesuai syar’i sampai menguburkan jenazah ke liang lahat lengkap dengan do’a mayit.

“Sebaiknya kita mengurus jenazah selayaknya manusia yang masih hidup. Jangan memperlakukan jenazah dengan kasar dan tidak selayaknya,” ujar Farchan.

Selain memaparkan teori, Farchan juga mengajak peserta langsung praktik. Dibantu H Abdurrahman Wahid S.Pd.I, ia memperagakan tata cara tersebut mengurus jenazah.

Praktikum Tajhiz Al-Janazah merupakan salah satu praktikum wajib mahasiswa FSH. Karena itu, FSH sengaja melatih para dosen yang akan menjadi trainer dan pembimbing mahasiswa.

Perlakukan Jenazah Layaknya Masih Hidup

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nuraini Lyna Wulandari

Gedung FSH, UIN Online – Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) Prof Dr H Muhammad Amin Suma menilai, selama ini masih banyak masyarakat yang belum melakukan perawatan jenazah secara benar sesuai syariat Islam. Karena itu, FSH berinisiatif menyelenggarakan Training of Trainer Praktikum Tajhiz Al-Janazah yang diikuti dosen-dosen FSH, di Ruang Teater lt.2 FSH, Selasa (8/6).

Hadir sebagai pembicara dua orang ahli jenazah dari Yayasan Duka Khusnul Khotimah, Kebayoran Baru, H Abdurrahman Wahid SPd.I dan Moch Farchan MS.

Usai dibuka oleh Kepala Laboratorium FSH, Drs H Zainul Arifin M.Pd, acara dimulai Dekan FSH Prof Amin Suma. Amin memaparkan mengenai prakematian pada saat sakaratul maut dan pascakematian. “Fungsi dari sakaratul maut adalah bisa mengetahui bagaimana perilaku dan amalan orang tersebut. Syarat untuk bisa menghadap kepada Allah  adalah dengan kematian,” paparnya.

Sementara itu, Moch Farchan MS yang juga penyusun buku Tuntunan Merawat Jenazah, mengupas tentang tata cara mengurus jenazah sesuai dengan tuntunan hadis rasul dan al-Qur’an. Farchan menuturkan mulai dari cara memandikan jenazah yang benar dan sesuai syar’i sampai menguburkan jenazah ke liang lahat lengkap dengan do’a mayit.

“Sebaiknya kita mengurus jenazah selayaknya manusia yang masih hidup. Jangan memperlakukan jenazah dengan kasar dan tidak selayaknya,” ujar Farchan.

Selain memaparkan teori, Farchan juga mengajak peserta langsung praktik. Dibantu H Abdurrahman Wahid S.Pd.I, ia memperagakan tata cara tersebut mengurus jenazah.

Praktikum Tajhiz Al-Janazah merupakan salah satu praktikum wajib mahasiswa FSH. Karena itu, FSH sengaja melatih para dosen yang akan menjadi trainer dan pembimbing mahasiswa.