Peringati Milad UIN Jakarta, PSW Gelar Pemeriksaan Kesehatan Kewanitaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Aula Student Center, BERITA UIN Online– Memperingati Milad ke-56 UIN Jakarta, Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sunter menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan kewanitaan. Selain papsmear murah, terdapat pula layanan dan konsultasi kesehatan bagi kaum peermpuan sivitas akademika UIN Jakarta.

“Tingkat kematian perempuan di Indonesia sangat tinggi akibat kanker serviks ini,” ujar Ketua PSW UIN Jakarta, Ida Rosyida, MA di Aula Student Center pada Selasa, (23/4/13.).

Menurutnya, kegiatan ini diadakan sebagai upaya deteksi dini penyakit kanker serviks (kanker leher rahim) yang menyerang kaum wanita, sehingga kelainan pra kanker dapat terdeteksi serta pengobatannya menjadi lebih mudah dan murah.

Dijelaskannya, banyak wanita yang belum sadar betul terhadap pentingnya papsmear ini. Mereka beralasan, di samping biayanya mahal, juga merasa tidak ada masalah dengan kesehatannya. Padahal, wanita yang sudah berumah tangga rentan sekali terserang kanker serviks.

“Memang di sebagian tempat, biaya papsmear terbilang mahal, seperti di RS Bintaro itu mencapai kisaran Rp 600 ribu. Untuk itulah kami menggelar kegiatan ini,” sambung dosen Sosiologi Gender di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Kegiatan yang dibuka sejak pukul delapan pagi dan ditutup pukul satu siang ini diikuti sekira 100 orang peserta. Mereka terdiri dari dosen, staf, mahasiswa, dan beberapa warga sekitar kampus.

Biaya yang ditetapkan PSW ini relatif murah dibandingkan di tempat lain, yaitu Rp 60 ribu untuk papsmear dan 10 ribu untuk konsultasi dosen jika memang diperlukan. Untuk PNS golongan I dan II usia 35-45 tahun, tidak dipungut biaya sama sekali. Golongan III usia 35-45 tahun diskon 50%, golongan IV diskon 25%. Untuk peserta umum ataupun PNS yang berusia di bawah 35 tahun atau di atas 45 tahun, dikenakan biaya penuh.

Menurut dokter spesialis kanker rahim dari YKI Sunter, dr Poernomo Sigit, penyakit kanker rahim terjadi pada wanita yang sering gonta-ganti pasangan, ataupun pola makan yang tidak sehat.

“Penyakit kanker ini tidak seperti kita makan cabai, yang langsung terasa pedas. Tapi prosesnya jangka panjang, bisa 17 sampai 30 tahun kemudian baru bisa terdekteksi,” ujar dokter yang melayani konsultasi kanker serviks ini.

Selain papsmear murah, PSW UIN Jakarta juga menggelar kegiatan bakti sosial untuk 100 orang pemulung pada Sabtu (20/4/13) di Pondok Cabe dan Pisangan Ciputat, seminar tentang perempuan dan sumber daya alam, dan demo hijab modern khusus untuk sivitas akademik UIN Jakarta. (M. Furqon)