Peringati Hubungan Diplomasi, Menag Cina Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UIN Online Menteri Agama Republik Rakyat Cina (RRC) Wang Zuo An mengunjungi UIN Jakarta. Kunjungan menteri yang didampingi Presiden Organisasi Islam Cina Imam Chen Guanyuan itu dilakukan dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomasi Indonesia dan Cina. Para tamu disambut hangat Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Ruang Sidang Utama, Senin (26/7).

Dalam sambutannya, rektor  berharap ke depan UIN Jakarta dapat bekerjasama dengan universitas di Cina. “Kerjasama antara UIN Jakarta dan universitas di Cina sangat penting guna menyambung keterputusan sejarah dan membayar hutang, mengingat Cina memiliki peran penting dalam mengembangkan Islam di nusantara,” katanya.

Pertemuan yang dihadiri pembantu rektor, para dekan dan mahasiswa itu diisi dengan seminar bertema “Islam Cina”. Wang Zuo An sebagai pembicara menjelaskan inner agama dan inner masyarakat adalah kunci terciptanya keharmonisan antar umat beragama.

“Sebagaimana Indonesia, Cina merupakan negara berpenduduk pluralis. Namun hingga kini masyarakat dapat hidup berdampingan secara rukun dan harmonis. Hal ini terjadi karena Cina memamg memberi hak kebebasan beragama dan tidak mendiskriminasikan satu dengan yang lain,” jelasnya.

Adapun masalah teroris yang sering dikaitkan dengan Islam, Wang Zuo An berpendapat, Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian. Sehinggga isu keterkaitan Islam dengan teroris sangat tidak rasional dan hanya upaya teroris yang ingin mengahancurkan nilai-nilai perdamaian itu.

“Kami menolak ada kaitan teroris dengan suatu agama tertentu, dan kami yakin Islam terus mengejar spirit perdamaian,” tandasnya. []

 

 

Peringati Hubungan Diplomasi, Menag Cina Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UIN Online Menteri Agama Republik Rakyat Cina (RRC) Wang Zuo An mengunjungi UIN Jakarta. Kunjungan menteri yang didampingi Presiden Organisasi Islam Cina Imam Chen Guanyuan itu dilakukan dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomasi Indonesia dan Cina. Para tamu disambut hangat Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Ruang Sidang Utama, Senin (26/7).

Dalam sambutannya, rektor  berharap ke depan UIN Jakarta dapat bekerjasama dengan universitas di Cina. “Kerjasama antara UIN Jakarta dan universitas di Cina sangat penting guna menyambung keterputusan sejarah dan membayar hutang, mengingat Cina memiliki peran penting dalam mengembangkan Islam di nusantara,” katanya.

Pertemuan yang dihadiri pembantu rektor, para dekan dan mahasiswa itu diisi dengan seminar bertema “Islam Cina”. Wang Zuo An sebagai pembicara menjelaskan inner agama dan inner masyarakat adalah kunci terciptanya keharmonisan antar umat beragama.

“Sebagaimana Indonesia, Cina merupakan negara berpenduduk pluralis. Namun hingga kini masyarakat dapat hidup berdampingan secara rukun dan harmonis. Hal ini terjadi karena Cina memamg memberi hak kebebasan beragama dan tidak mendiskriminasikan satu dengan yang lain,” jelasnya.

Adapun masalah teroris yang sering dikaitkan dengan Islam, Wang Zuo An berpendapat, Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian. Sehinggga isu keterkaitan Islam dengan teroris sangat tidak rasional dan hanya upaya teroris yang ingin mengahancurkan nilai-nilai perdamaian itu.

“Kami menolak ada kaitan teroris dengan suatu agama tertentu, dan kami yakin Islam terus mengejar spirit perdamaian,” tandasnya. []