Perilaku Terorisme Rugikan Islam

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Fauziah Mursid

Gedung FUF, BERITA UIN Online – Aksi peledakan bom Bali 2002 telah menjadikan Indonesia sorotan perhatian masyarakat dunia. Peristiwa yang telah menewaskan 202 orang dan melukai ratusan orang lainnya ini telah menimbulkan kemarahan dan keprihatinan masyarakat dunia. Mayoritas korban adalah turis asing yang saat itu sedang berlibur dan warga negara Indonesia yang saat itu berada di Sari Club, Bali.

Berbagai upaya dan pendekatan dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menangkap pelaku teror bom. Namun ternyata hal itu tidak cukup untuk membuat mereka berhenti melakukan aksinya. Hal ini  tentu menggugah kaum intelektual untuk melakukan pendekatan terhadap jaringan radikalisme tersebut. Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dalam hal ini diwakili Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) membuat strategi alternatif mengatasi hal tersebut yakni melalui Diskusi dan Pemutaran Film “Prison and Paradise” di Ruang Teater lantai dua Gedung FUF, Selasa (22/11).

Dalam diskusi yang bertema “Melirik Batas Antara Terorisme dan Jihad, serta Implikasi Aksi Bom Bali 2002” tersebut, sang sutradara Daniel Rudi Haryanto mengungkapkan, melalui diskusi dan pemutaran film ini diharapkan tercipta dialog publik dan ruang berpikir kritis bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman akan dampak nyata dari sebuah aksi kekerasan.

“Film dokumenter ini diharapkan mampu memberi pesan kemanusiaan bahwa dampak dari terorisme ini sangat luas  berupa trauma sosial dan trauma psikologis bagi keluarga korban maupun bagi keluarga perilaku,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa tidak ada sedikitpun keuntungan bagi umat Islam atas kejadian bom bunuh diri tersebut. Mereka yang mengatasnamakan agama atas serangan ini, hanya memperburuk pandangan non muslim terhadap Islam.

“Justru dari serangan bom bunuh diri tersebut, kita (Islam-red) semakin disudutkan dalam persoalan terorisme di dunia dan itu tentu merugikan Islam,” ungkapnya.

Untuk diketahui Film Prison and Paradise ini dibuat selama tujuh tahun dan berisi mengenai kisah pengakuan keluara korban Bom Bali 1, keluarga pelaku, dan pelaku Bom bali tersebut.

Dalam diskusi dan pemutaran film tersebut hadir pula dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Jakarta M Zaki Mubarok M.Si, serta Perwakilan Institut Titian Perdamaian (ITP).