Perguruan Tinggi Diminta Ikut Atasi Ketahanan Energi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, BERITA UIN Online—Perguruan Tinggi diminta turut berpartisipasi mendukung ketahahanan energi nasional. Alasannya, perguruan tinggi merupakan lembaga yang punya peran dalam peneletian dan pengembangan energi.

“Kita harapkan ada kerjasama antara kita dengan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengatasi ketatahanan enerhi masional,” ujar Dr. Iskandar Andi Muhung, Msi, dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST)  UIN Jakarta, dalam seminar bertajuk “ Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan Energi, di Auditorium Prof. Dr. Harun Nasution, Kamis (27/6/2013).

Menurutnya, perguruan tinggi harus melakukan inovasi kreatif untuk menghasilkan sumber energi baru. “Selain panas bumi, gas, matahari, ada juga air, tumbuhan, dan sebagainya yang bisa dikembangkan menjadi sumber energi alternatif,” katanya.

Dengan sumber energi baru, lanjut peraih doktor dari UGM, maka banyak manfaat yang  dapat dinikmati masyarakat. “Memikirkan energi hari ini,  sama dengan memikirkan nasib generasi bangsa yang akan datang,” imbuhnya.

Sementara anggota DEN Prof. Dr. Tumiran, MSc, menjelaskan,  energi di Indonesia sangat kritis. Karena itu pula, hal itu tersebut merupakan masalah nasional bersama.

Menurutnya, untuk keluar dari krisis energi, Indonesia mestinya menjadikan energi sebagai modal pembangunan. “Energi harus jadi modal, bukan jadi komoditas. Kalau jadi modal, maka akan membuka lapangan kerja. Kalau jadi komoditas, maka hanya akan jadi defisit anggaran negara,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan, secara nasional Indonesia belum punya ketahanan energi. “Jangankan ketahanan energi, strategi energi saja kita belum punya,” tandasnya.

Mantan dekan Fakultas Teknik UGM itu menyatakan, perguruan tinggi punya peran penting untuk mewujudkan energi sebagai modal, karena perguruan tinggi tempat riset dan pengembangan ilmu.

Seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dsoen ini, terselanggara kerjasama antara Program Magister Agribisnis FST UIN Jakarta dan DEN. (D Antariksa/ Saifudin)