Oleh Nunung Isnaini Dwi Ningsih, S.Si., M.Kom

WORLD Class University (WCU) telah menjadi cita-cita bagi banyak perguruan tinggi di Indonesia. Indikator pencapaiannya dapat diukur dari jumlah program studi unggulan, sumberdaya manusia yang kompeten, jumlah riset dan publikasi ilmiah yang tersitasi di jurnal nasional dan internasional, dan jumlah lulusan yang terserap di berbagai bidang.

WCU dan World Class Laboratory memiliki hubungan yang erat. Hasil pengujian yang merupakan output dari laboratorium sepatutnya mendapat pengakuan secara internasional. Hal ini sudah menjadi tuntutan bagi sebuah laboratorium. Oleh karenanya, butuh perubahan paradigma tentang laboratorium. Laboratorium bukan sekedar pendukung kegiatan pendidikan semata, akan tetapi menjadi jantung riset baik bagi internal maupun eksternal perguruan tinggi. Laboratorium merupakan jantung dalam kegiatan Tri Dharma di setiap perguruan tinggi.

Pencapaian WCU di perguruan tinggi membutuhkan kerja bersama dan kerjasama antara pengelola laboratorium dengan para Pranata Laboratorium Pendidikan yang ada.

Permenpan dan RB No. 03 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan Angka Kreditnya telah menjadi pintu gerbang bagi para pegawai negeri sipil yang bekerja di laboratorium untuk mengembangkan kariernya dalam Jabatan Fungsional tersebut. Pegawai Negeri Sipil yang telah melakukan inpassing dalam JF inilah yang kemudian disebut dengan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP).

Peran PLP dalam pencapaian WCU harus bisa menjadi mitra riset dan penjamin mutu hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium. PLP sebagai sumber daya manusia yang ada di laboratorium tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis akan tetapi juga kompetensi manajerial dan kompetensi sosio cultural.

Agar kompetensi para PLP ini terus meningkat, maka perlu adanya Continous Program Development (CDP) bagi para PLP. CDP ini akan mengimbangi riset-riset yang dilakukan di laboratorium. Output dari CDP merupakan sertifikasi profesi sehingga dipastikan bahwa PLP sebagai mitra riset memiliki kompetensi yang sesuai standar serta memperoleh pengakuan.

CDP yang dilakukan harus mendukung PLP menjadi mitra riset, penjamin mutu hasil pengujian, dan kompetensi manajerial.  PLP menjadi mitra riset, artinya PLP mampu memfasilitasi kegiatan riset, melakukan pengambilan data (akuisisi data), pengolahan data, dan analisis data sesuai dengan standar internasional.

Peran laboratorium dalam mendukung karier PLP dan juga dalam pencapaian WCU pun menjadi sangat penting. Akreditasi laboratorium penting dilakukan agar hasil pengujian mendapat pengakuan secara internasional. Sinergi antara laboratorium, PLP dan kebijakan institusi akan memperkuat  landasan dalam mencapai WCU. [lrf]

Penulis adalah Plp Ahli Pertama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Share This