Peran BMT Penting bagi Pelaku Usaha Kecil

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Jaenuddin Ishaq

Aula Student Center, UIN Online - Eksistensi Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Indonesia sangat penting dalam membantu perekonomian bangsa, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berbeda dengan lembaga keuangan lainnya, BMT menerapkan sistem bagi hasil (mudharabah), sehingga tidak memberatkan para nasabah yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Sebagai mahasiswa Islam, kita harus mendukung keberadaan BMT di masyarakat. Bahkan kalau perlu kita bisa membuat BMT di sekitar tempat tinggal kita untuk membantu meringankan ekonomi saudara-saudara kita yang masih membutuhkan,” kata Direktur LPPM STEI SEBI Endang Ahmad Yani SE MM dalam seminar bertema Optimalisasi Peran BMT dalam Meningkatkan Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan BEM Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) di Aula Student Center, Rabu (22/12).

Endang menjelaskan, arti dari BMT sendiri sebenarnya memiliki dua makna pertama Baitul Maal (tijarah) dan kedua, Baitul Tamwil (tabaruk). Sehingga antara Baitul Maal dengan Baitul Tamwil memiliki peran berbeda dalam pengelolaan uang anggota di BMT.

“Kalau Baitul Maal pengelolaannya mencari keuntungan atau dengan cara berbisnis. Sedangkan Baitul Tamwil memiliki peran untuk sosial (bantuan pinjaman),” ujar Endang.

Sementara itu, Manajer Tamwil dari BMT al-Fath Saimin mengatakan, faktor-faktor yang harus diperkuat dalam BMT yaitu pemahaman terhadap struktur kelembagaan dan kekompokan anggota dalam bekerja sama. Dengan begitu, ke depan BMT diharapkan memiliki modal yang besar dan SDM yang kompeten.

“Akibat kurang memahami visi dan misi lembaganya, tidak sedikit BMT yang akhirnya hanya bertahan seumur jagung,” jelas Saimin.

BMT al-Fath sendiri kini memiliki simpanan modal sekitar Rp 8 miliar. Hal itu tak lepas dari keseriusan para pengelolanya yang memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Karena itu, lanjut Saimin, jika memiliki struktur kepengurusan yang baik dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya, BMT akan maju. “Tentunya, tetap terus mencari jaringan untuk dapat bekerja sama dengan BMT yang kita pimpin,” tukas Saimin. []