Pengurus BEM FDK Kunjungi Kedubes Jepang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

 

Kedubes Jepang, UINJKT Online — Sebanyak 29 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) mengadakan kunjungan ke Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang, Kamis (2/7).

 

Kunjungan itu, dalam rangka dialog Jepang dan dunia Islam di Indonesia. Perwakilan Kedubes Jepang Bagian Politik Atsushi Sano, menjelaskan usaha-usaha pemerintah Jepang untuk memperkenalkan Islam pada warga negara Jepang maupun sebaliknya memperkenalkan budaya Jepang ke masyarakat Indonesia.

 

Ada tiga program yang dilakukan pemerintah Jepang dalam hal ini. Pertama, mengirim kia-kiai dan santri-santri ke Jepang selama dua minggu. Tujuannya menggambarkan suasana dan system pendidikan di Jepang. Sebaliknya, para kiai dan santri juga memperkenalkan tentang pesantren kepada masyarakat Jepang.

 

“Maklumlah, setelah tragedi WTC masyarakat yang Jepang yang tidak tau tentang Islam memiliki citra negatif tentang pesantren. Jadi para kiai dan santri bisa memberikan gambaran sebenarnya tentang itu (pesantren),” jelas Sano.

 

Sano menambahkan, program itu, telah berjalan sejak 2004 dan sudah 50 orang yang di kirim ke Jepang. Program kedua, yaitu pemberian kuliah umum oleh Duta Besar Jepang ke pesantren-pesantren. Biasanya ini berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan. Pesantren yang pernah dikunjungi diantaranya, Darun Najah, Sunanulhuda, dan Ponpes Buntet.

 

Program yang terakhir, bantuan atau hibah yang diberikan pemerintah Jepang baik untuk pendidikan maupun sosial.

 

“Semua hubungan diplomatik yang dilakukan Jepang dengan negara lain, tujuannya untuk keamanan, kemakmuran masyarakat Jepang. Begitu pula masalah hubungan dengan Islam, Jepang bersifar netral,” pungkas Sano. []

Pengurus BEM FDK Kunjungi Kedubes Jepang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

 

Kedubes Jepang, UINJKT Online — Sebanyak 29 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) mengadakan kunjungan ke Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang, Kamis (2/7).

 

Kunjungan itu, dalam rangka dialog Jepang dan dunia Islam di Indonesia. Perwakilan Kedubes Jepang Bagian Politik Atsushi Sano, menjelaskan usaha-usaha pemerintah Jepang untuk memperkenalkan Islam pada warga negara Jepang maupun sebaliknya memperkenalkan budaya Jepang ke masyarakat Indonesia.

 

Ada tiga program yang dilakukan pemerintah Jepang dalam hal ini. Pertama, mengirim kia-kiai dan santri-santri ke Jepang selama dua minggu. Tujuannya menggambarkan suasana dan system pendidikan di Jepang. Sebaliknya, para kiai dan santri juga memperkenalkan tentang pesantren kepada masyarakat Jepang.

 

“Maklumlah, setelah tragedi WTC masyarakat yang Jepang yang tidak tau tentang Islam memiliki citra negatif tentang pesantren. Jadi para kiai dan santri bisa memberikan gambaran sebenarnya tentang itu (pesantren),” jelas Sano.

 

Sano menambahkan, program itu, telah berjalan sejak 2004 dan sudah 50 orang yang di kirim ke Jepang. Program kedua, yaitu pemberian kuliah umum oleh Duta Besar Jepang ke pesantren-pesantren. Biasanya ini berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan. Pesantren yang pernah dikunjungi diantaranya, Darun Najah, Sunanulhuda, dan Ponpes Buntet.

 

Program yang terakhir, bantuan atau hibah yang diberikan pemerintah Jepang baik untuk pendidikan maupun sosial.

 

“Semua hubungan diplomatik yang dilakukan Jepang dengan negara lain, tujuannya untuk keamanan, kemakmuran masyarakat Jepang. Begitu pula masalah hubungan dengan Islam, Jepang bersifar netral,” pungkas Sano. []