Penghargaan dan Kode Etik Dorong Mahasiswa Lebih Kompetitif

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Penghargaan menjadi dorongan mahasiswa untuk terus berprestasi. Dan kode etik menjadikan mahasiswa berperilaku etis di setiap aktivitasnya. Kedua hal ini menjadi faktor pembentuk mahasiswa menjadi lebih kompetitif. Bagaimana penerapan kode etik dan pemberian penghargaan di UIN Jakarta? Berikut wawancara BERITA UIN Online Adjri Septiani dengan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Sudarnoto Abdul Hakim di ruang kerjanya Gedung Rektorat Rabu (22/6). Petikannya:

Bagaimana peningkatan motivasi bagi mahasiswa untuk menaati kode etik di kampus?

Kode etik merupakan aturan-aturan yang mengatur mahasiswa untuk berlaku etis di lingkungan kampus. Keterpanggilan untuk mentaati kode etik pada masing-masing individu menjadi hal yang utama. Sebenarnya, tanpa ada kode etik pun seharusnya mahasiswa dapat melakukan aktivitas yang tidak melanggar etika. Untuk saat ini implementasi kode etik memang belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah belum sadarnya setiap orang, dan masih bertanya-tanya siapakah yang berhak mengatur mahasiswa. Apakah dosen mempunyai kewajiban dalam mengawasi mahasiswanya atau tidak.

Apa yang selanjutnya akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang kode etik?

Dalam waktu dekat kami akan membentuk tim khusus untuk merevisi kode etik yang sudah tertulis, untuk diperbaiki yang sudah tidak maksimal, dan menambah poin kode etik apabila diperlukan. Termasuk mekanisme untuk pelaksanaan kode etik itu sendiri. Tim khusus ini terdiri dari dewan kehormatan dari tingkat fakultas dan tingkat rektorat.

Bagaimana jika ada mahasiswa yang melanggar kode etik?

Apabila ada mahasiswa yang melanggar kode etik secara moral yang keras tentu akan diberikan sangsi berupa skors bahkan dikeluarkan.

Bagaimana dengan mahasiswa berprestasi?

Kami sedang menjalankan program untuk mendata mahasiswa yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Data itu diambil dari masing-masing fakultas. Apabila data itu sudah terkumpul dalam waktu dekat akan dilaksanakan acara penghargaan untuk mahasiswa yang berprestasi. Konsep awal acara itu adalah semacam culture night award yang diisi oleh mahasiswa sendriri seperti musik budaya, dan kesenian lain. Penghargaan ini diberikan sebagai motivasi bagi mahasiswa yang belum berprestasi agar keseluruhan mahasiswa menjadi kompetitif.

Dalam enam bulan terakhir ini sudah banyak mahasiswa yang berprestasi ke tingkat internasional. Diantaranya sudah diberangkatkan tiga rombongan mahasiswa ke Amerika untuk melaksanakan program pendidikan. Dan dalam waktu dekat akan diselenggarakan program kapal jepang untuk mahasiswa berprestasi keliling asia. Program-program ini akan terus dilakukan agar mahasiswa terus meningkatkan prestasinya dan tidak cepat merasa puas dengan apa yang didapatkan.

Apa pembinaan kemahasiswaan hanya tanggung jawab dari purek bidang kemahasiswaan saja?

Pembinaan kemahasiswaan sesungguhnya bukan hanya tanggung jawab dari purek bidang kemahasiswaan saja tetapi juga dengan bidang akademik. Agar pembinaan kemahasiswaan ini berjalan dengan baik, terlebih lagi pada kode etik, cara menyiasatinya dengan cara memperbaiki jadwal perkuliahan. Apabila jadwal kuliah penuh maka tidak ada lagi mahasiswa yang nongkrong menunggu perkuliahan selanjutnya.

Bagaimana tentang kegiatan mahasiswa apakah sudah memenuhi standar ?

Dari kegiatan mahasiswa yang sudah sering dijalankan sebetulnya sudah baik, namun masih ada beberapa kegiatan yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. Sebaiknya, organisasi mahasiswa yang sudah berjalan tidak hanya memikirkan prestasi sendiri saja, tapi juga harus berbagi ilmu yang telah didapat dari organisasinya kepada mahasiswa lain.

Bagaimana dengan BEMU yang dibekukan ?

BEM sampai saat ini masih dibekukan. Dan kegiatan mahasiswa yang sekarang ini hanya ada di Kongres Mahasiswa Universitas (KMU) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPMU). Teman-teman mahasiswa nanti bertugas menyelenggarakan workshop tentang revisi peraturan yang baru. Dari sanalah mahasiswa diharapkan dapat lebih terbuka , akomodatif dan harus berani mengkritik dan dikritik.