Kyushu University, Jepang

Kyushu University, Jepang

Jepang, BERITA UIN Online— Pengajar Prodi Bilogi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta Mardiansyah mendapatkan kesempatan mengikuti Marine Ecology Summer Field Course se-Asia-Pasifik di Amakusa Marine Biological Laboratory (AMBL), Department of Biology, Faculty of Science, Kyushu Universty, Jepang, Kamis-Senin (27/08-07/09). Selain dari Jepang, Mardiansyah mengikuti pelatihan bersama para peneliti kelautan dari negara-negara Asia lainnya seperti Thailand, Hongkong, dan Singapura.
Dalam pelatihan sepanjang dua minggu ini, ungkap Mardiansyah, ia mempelajari berbagai subjek terkait penelitian ekologi kelautan dari berbagai pakar kelautan Jepang seperti Prof Mutsunori Tokeshi yang juga Direktur AMBL. Pelatihan bersertifikat ini sendiri setara dengan 3 SKS (120 jam kerja). “Kita belajar cara pengambilan data, identifikasi biota, analisis dan presentasi hasil data ekologi laut seperti ekologi pesisir (intertidal zone) dan ekologi terumbu karang,” ungkapnya, Senin (28/09).
Untuk mengikuti kegiatan ini, tuturnya, sejak hampir setahun lalu Prof. Tokeshi mendorong para sarjana dan pengajar FST untuk bergabung dalam jaringan peneliti se-Asia-Pasifik di bidang ekosistem perairan laut dan perairan tawar (Society of Coastal Ecosystem Studies Asia Pacific/SCESAP www.scesap.org). Saat memberikan kuliah umum di FST UIN Jakarta, Tokeshi mengungkapkan, tujuan SCESAP sendiri adalah mempersatukan seluruh peneliti Asia-Pasifik bidang penelitian biodiversitas di Asia Pasifik. Database penelitian ini menjadi tolok ukur bagi peneliti di Eropa dan Amerika.
Setelah mengikuti kegiatan, Mardiansyah berkesempatan tinggal selama satu bulan di Jepang. Selama tinggal, ia akan menulis jurnal dan riset kolaborasi bersama Prof. Tokeshi tentang persoalan ekologi kelautan. Selain itu, Mardiansyah juga dipercaya menjadi asisten peneliti untuk kegiatan visiting professor Prof. Dr. Lily Surayya Eka Putri, M.Env.Stud. (Laporan : Yayan M. Assuyuti)

Share This