Pendidikan Karakter Mampu Ciptakan Perdamaian

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Hamzah Farihin

Ruang Diorama, BERITA UIN Online Sekretaris Umum Universal Peace Federation (UPF) Asia, Ursula McLackland, menegaskan, perdamaian di muka bumi dapat diciptakan melalui pendidikan karakter. Mempelajari cara-cara damai dan membina hubungan baik antar umat manusia merupakan intervensi pendidikan karakter.

“Jika kita ingin perdamaian, berarti kita harus mendidik untuk berkarakter,” kata McLackland saat menjadi pembicara dalam peringatan Hari Perdamaian Internasional bertema “Perdamaian dan Demokrasi: Perdengarkanlah Suaramu” yang diselenggarakan UIN Jakarta bekerjasama dengan Universal Peace Federation (UPF), sebuah organisasi berbasis di Washington DC yang mempromosikan perdamaian internasional, di Ruang Diorama, Rabu (21/9).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, beberapa tokoh pimpinan agama dari berbagai negara, di antaranya Prof Payaman J Simanjuntak, perwakilan duta besar, Dubes Tunisia H E Mohamed Antar, Azerbaizan Mr Farid Talibou, Kanada Ms Alexandra Spiess, Jepang Mr Motoyasu Tanaka, Turki Mr Elci Nurullah, Singapura Terrence Teo, perwakilan Departemen luar negeri Mr Siuaji Raja, perwakilan dari United Nations Development Programme (UNDP) Ms Maja Suhud, serta pelindung Lembaga Edukasi Bantuan dan Advokasi Hukum Premita Fifi Hadiyanto.

Lebih lanjut McLackland menegaskan, dalam pendidikan karakter peran seorang pendidik sangat penting. Karena itu pendidik harus menjadi pembangun karakter yang baik  dengan mendidik yang baik agar dapat membangun karakter yang baik pula. Apalagi karakter bukanlah sesuatu yang instan. Karakter perlu dibangun dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Karakter sulit dibangun apabila pendidik tidak membantu dan tidak sepenuhnya memberikan ajarannya kepada kita,” terangnya sembari berharap peringatan Hari Perdamaian Internasional ini dapat membuka mata hati semua orang untuk berperan aktif mewujudkan suasana damai di seluruh dunia.

Hal senada juga dinyatakan Premita Fifi. Menurutnya perdamaian bukan pilihan alternatif, perdamaian adalah sebuah kondisi mutlak. “Kita tidak bisa memperbaiki kondisi kemiskinan dan pendidikan, tanpa terlebih dahulu memulai perdamaian. Perdamaian bukan hanya tidak adanya perang, tapi perdamaian adalah kualitas penting yang harus menandai semua hubungan,” tegasnya.

Terkait dengan pendidikan, Rektor UIN Jakarta Prof Komarudin Hidayat mengatakan, pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk mencipkatan sebuah perdamaian. Peran pendidikan sangat kuat, karena pendidikan dapat mencegah seseorang bertindak anarkis. Di samping itu pendidikan juga berhubungan dengan inti dari ujung tombak sebuah masalah.

“Pendidikan sangat menetukan siapa yang dapat berhadapan dengan tantangan yang positif. Seperti halnya batu loncatan untuk perdamaian dunia dan juga berguna untuk hidup secara berdampingan.  Pendidikan saat ini lebih penting dari sebelumnya. Karena itu sistem pendidikan saat ini harus mempertemukan banyak tujuan sosial, intelektual, ekonomi, moral serta budaya,” terangnya. []