Pemulung di Sekitar Kampus Mendapat Pendidikan Keterampilan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Aula Student Centre, UIN Online Para pemulung, khususnya perempuan, yang berada di sekitar kawasan kampus UIN Jakarta memperoleh keterampilan hidup. Mereka diberikan keterampilan dan pengetahuan tentang usaha-usaha produktif dan bernilai ekonomis.

Pendidikan keterampilan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis bekerja sama dengan Yayasan Sosial Savinatussalam dan Kementerian Pendidikan Nasional itu berlangsung di Aula Student Centre, Senin (27/12).

Program kecakapan hidup tersebut berupa pelatihan keterampilan membuat aksesoris dan perlengkapan rumahtangga dari barang bekas, mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos, serta seminar motivasi bagaimana caranya meningkatkan taraf hidup melalui wirausaha daur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Peserta yang mengikuti program tersebut umumnya dari kawasan Gang Solo, Kampung Utan, Ciputat serta bermatapencaharian sebagai pemulung.

Ketua panitia Ir Elvira Naim MPP mengatakan, program ini awalnya dilatarbelakangi dengan kondisi prihatin para pemulung yang terletak di Gang Solo, Kampung Utan, Ciputat. Pemulung itu menimbun sampah untuk menyambung hidup. Namun Elvira melihat ada potensi dibalik timbunan sampah tersebut sehingga dia bersama kawan-kawannya di Yayasan Savinatussalam menggagas ide untuk memberdayakan dan membina para pemulung terutama wanita dan kurang mampu di sekitar kawasan tersebut melalui program kecakapan hidup .

“Kebetulan kami mendapat info dari Kemendiknas tentang rencana program kecakapan bagi pemulung perempuan dan ternyata rencana dari Kemendiknas tersebut sama dengan rencana kami sehingga kami sepakat bekerjasama dan dilaksanakanlah program ini,” kata Elvira.

Elvira juga mengatakan karena pentingnya program tersebut yang berdampak pada  kesejahteraan pemulung dan pelestarian lingkungan, maka peserta program pemberdayaan mendapatkan keistimewaan tak hanya bimbingan langsung wirausaha melalui workshop gratis. Tetapi juga berupa pinjaman modal usaha dari Yayasan Savinatussalam dengan pembayaran pinjaman disesuaikan dengan kemampuan. Sehingga para peserta dapat berwirausaha dengan leluasa tanpa harus terbebani dengan pinjaman yang memberatkan.

“Itu suatu bentuk apa yang bisa kita bantu kepada mereka dengan harapan dapat meningkatkan taraf hidup mereka melalui promosi produk-produk hasil karya mereka supaya diminati masyarakat serta mengadakan seminar belajar kaya bagaimana melejitkan potensi usaha kreativitas daur ulang menjadi bisnis yang sangat menjanjikan,” lanjut Elvira.

Selain dimeriahkan workshop dan seminar motivasi, acara ini juga dimeriahkan oleh bazaar yang menyediakan barang-barang produksi kreativitas daur ulang hasil karya pemulung perempuan binaan program kecakapan yang merupakan kerja sama antara Yayasan Savinatussalam dengan Kemendiknas.