Pemuda Muslim Australia Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Irma Wahyuni dan Ulfatussyarifah

Ruang Sidang Utama, UINJKT OnlineBeberapa pemuda antarnegara alumni program pertukaran pemuda Muslin Australia mengunjungi kampus UIN Jakarta. Mereka diterima Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, Purek Bidang Pengembangan Kelembagaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, dan Direktur Internasional Office Prof Dr Andi Faisal Bakti di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Selasa (19/5).

“Diskusi dan dialog dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat kerjasama dan hubungan persahabatan bilateral antara Indonesia dan Australia,” ujar rektor.

Rektor menambahkan, UIN Jakarta membuka banyak kesempatan dan akan memfasilitasi para peneliti dari berbagai negara untuk melakukan penelitian di UIN Jakarta, khususnya bagi mereka yang ingin meneliti tentang kehidupan sosial dalam dunia pesantren.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog terbuka bertema “Interfaith Tolerance Discussion and Moslem’s Life in Indonesia Society”. Diskusi tersebut diisi dari kedua belah, baik mahasiswa UIN Jakarta maupun mahasiswa Muslim dari Australia.

 

Pemuda Muslim Australia Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Irma Wahyuni dan Ulfatussyarifah

Ruang Sidang Utama, UINJKT OnlineBeberapa pemuda antarnegara alumni program pertukaran pemuda Muslin Australia mengunjungi kampus UIN Jakarta. Mereka diterima Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, Purek Bidang Pengembangan Kelembagaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, dan Direktur Internasional Office Prof Dr Andi Faisal Bakti di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Selasa (19/5).

“Diskusi dan dialog dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat kerjasama dan hubungan persahabatan bilateral antara Indonesia dan Australia,” ujar rektor.

Rektor menambahkan, UIN Jakarta membuka banyak kesempatan dan akan memfasilitasi para peneliti dari berbagai negara untuk melakukan penelitian di UIN Jakarta, khususnya bagi mereka yang ingin meneliti tentang kehidupan sosial dalam dunia pesantren.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog terbuka bertema “Interfaith Tolerance Discussion and Moslem’s Life in Indonesia Society”. Diskusi tersebut diisi dari kedua belah, baik mahasiswa UIN Jakarta maupun mahasiswa Muslim dari Australia.

 

Pemuda Muslim Australia Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Sidang Utama, UINJKT Online- Sebanyak lima orang delegasi dari Asosiasi Pemuda dan Muslim Australia berkunjung ke kampus UIN Jakarta, Jumat (16/5) pagi kemarin. Mereka diterima di Ruang Sidang Utama oleh Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Dr Sudarnoto Abdul Hakim dan Direktur Indonesian Bureau of International Affairs (IBIA) Prof Dr Andi Faisal Bakti.

“Mereka ingin mengetahui tentang program UIN Jakarta dan hubungannya dengan pemerintah. Apakah lulusannya ada yang aktif di pemerintahan, politik, dan penerbitan media massa, serta bagaimana pula keterlibatan pemuda dalam dunia politik,” jelas Nafsiyah, staf Rektorat UIN Jakarta seusai berdialog dengan para pemuda Muslim.

Selain membicarakan tentang kegiatan di UIN Jakarta, mereka juga banyak menanyakan tentang bantuan pendidikan Pemerintah Indonesia kepada warga Australia untuk belajar di UIN Jakarta.

Kedatangan para pemuda Muslim Australia ke Indonesia itu dalam rangka pertukaran tokoh muda muslim Australia-Indonesia. Program ini disponsori oleh Australia-Indonesia Institute dan inisiatif Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Program ini sudah berjalan selama sekitar enam tahun.*

Pemuda Muslim Australia Kunjungi UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Sidang Utama, UINJKT Online- Sebanyak lima orang delegasi dari Asosiasi Pemuda dan Muslim Australia berkunjung ke kampus UIN Jakarta, Jumat (16/5) pagi kemarin. Mereka diterima di Ruang Sidang Utama oleh Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Dr Sudarnoto Abdul Hakim dan Direktur Indonesian Bureau of International Affairs (IBIA) Prof Dr Andi Faisal Bakti.

“Mereka ingin mengetahui tentang program UIN Jakarta dan hubungannya dengan pemerintah. Apakah lulusannya ada yang aktif di pemerintahan, politik, dan penerbitan media massa, serta bagaimana pula keterlibatan pemuda dalam dunia politik,” jelas Nafsiyah, staf Rektorat UIN Jakarta seusai berdialog dengan para pemuda Muslim.

Selain membicarakan tentang kegiatan di UIN Jakarta, mereka juga banyak menanyakan tentang bantuan pendidikan Pemerintah Indonesia kepada warga Australia untuk belajar di UIN Jakarta.

Kedatangan para pemuda Muslim Australia ke Indonesia itu dalam rangka pertukaran tokoh muda muslim Australia-Indonesia. Program ini disponsori oleh Australia-Indonesia Institute dan inisiatif Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Program ini sudah berjalan selama sekitar enam tahun.*