Pemuda Indonesia Harus Ubah Karakter

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

Student Center, UINJKT Online - Pemuda Indonesia diharapkan mampu mengubah karakter buruk yang kini sudah menjamur di masyarakat seperti korupsi dan budaya tidak ramah. Sebab, dulu Indonesia dikenal memiliki budaya yang ramah, berjiwa gotong royong, dan santun pada orang lain.

 

”Saya prihatin saat ini masyarakat Indonesia tidak seperti yang dahulu lagi, masih banyak para pemimpin kita yang tidak lagi mementingkan rakyatnya, banyaknya para koruptor dan masyarakatnya juga tidak ramah,” ucap Ketua umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr Aziz Syamsuddin dalam seminar nasional yang bertajuk Reformasi Karakter Pemuda Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Reformasi Global dan Pesta Demokrasi 2009 yang diselenggarakan BEMF Psikologi dan FSH bekerjasama dengan Central Komunikasi di Aula Student Center Selasa (3/3).

 

Parahnya lagi, lanjut Aziz, kini bangsa Indonesia sudah tidak mandiri. Hal ini terbukti dengan adanya campur tangan pihak asing terhadap urusan pemerintahan Indonesia, baik dalam perekonomian maupun dalam politik.

 

”Sehingga menjelang pesta demokarasi mendatang, diharapkan masyarakat yang akan mencoblos para calon pemimpin mendatang diupayakan betul-betul tahu karakter para calon pemimpinnya mulai dari watak, sifat, dan mengetahui asas, karena jika tidak seperti itu bangsa Ini tidak akan berubah bahkan bisa jadi lebih gila dari yang sekarang,” katanya.

 

Dengan hal itu, para pemuda terutama dari kalangan mahasiswa yang merupakan bakal calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang diupayakan harus mampu mengubah karakter atau citra bangsa yang sudah tercoreng di masyarakat maupun di dunia internasional.

 

Hal yang sama juga diungkapkan aktivis 1998 Sarbini, ia mengharapkan para pemimpin mendatang diupayakan tidak hanya memahami persoalan yang sedang terjadi di negeri ini, tapi harus mampu mengamalkan dengan take action, karena selama ini masih banyak para pemimpin di negeri ini mengetahui persoalan namun tidak mampu berbuat sesuatu untuk bangsa.

 

Untuk itu pekerjaan yang harus diemban para pemimpin mendatang diutamakan harus mampu memulihkan bangsa ini ke zaman seperti dulu, tidak ada lagi koruptor yang berkeliaran, mampu mengekspor hasil bumi Indonesia dengan lancar dan menjalin kerjasama yang baik dengan dunia internasional. [Nif/Ed]

Pemuda Indonesia Harus Ubah Karakter

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

Student Center, UINJKT Online - Pemuda Indonesia diharapkan mampu mengubah karakter buruk yang kini sudah menjamur di masyarakat seperti korupsi dan budaya tidak ramah. Sebab, dulu Indonesia dikenal memiliki budaya yang ramah, berjiwa gotong royong, dan santun pada orang lain.

 

”Saya prihatin saat ini masyarakat Indonesia tidak seperti yang dahulu lagi, masih banyak para pemimpin kita yang tidak lagi mementingkan rakyatnya, banyaknya para koruptor dan masyarakatnya juga tidak ramah,” ucap Ketua umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr Aziz Syamsuddin dalam seminar nasional yang bertajuk Reformasi Karakter Pemuda Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Reformasi Global dan Pesta Demokrasi 2009 yang diselenggarakan BEMF Psikologi dan FSH bekerjasama dengan Central Komunikasi di Aula Student Center Selasa (3/3).

 

Parahnya lagi, lanjut Aziz, kini bangsa Indonesia sudah tidak mandiri. Hal ini terbukti dengan adanya campur tangan pihak asing terhadap urusan pemerintahan Indonesia, baik dalam perekonomian maupun dalam politik.

 

”Sehingga menjelang pesta demokarasi mendatang, diharapkan masyarakat yang akan mencoblos para calon pemimpin mendatang diupayakan betul-betul tahu karakter para calon pemimpinnya mulai dari watak, sifat, dan mengetahui asas, karena jika tidak seperti itu bangsa Ini tidak akan berubah bahkan bisa jadi lebih gila dari yang sekarang,” katanya.

 

Dengan hal itu, para pemuda terutama dari kalangan mahasiswa yang merupakan bakal calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang diupayakan harus mampu mengubah karakter atau citra bangsa yang sudah tercoreng di masyarakat maupun di dunia internasional.

 

Hal yang sama juga diungkapkan aktivis 1998 Sarbini, ia mengharapkan para pemimpin mendatang diupayakan tidak hanya memahami persoalan yang sedang terjadi di negeri ini, tapi harus mampu mengamalkan dengan take action, karena selama ini masih banyak para pemimpin di negeri ini mengetahui persoalan namun tidak mampu berbuat sesuatu untuk bangsa.

 

Untuk itu pekerjaan yang harus diemban para pemimpin mendatang diutamakan harus mampu memulihkan bangsa ini ke zaman seperti dulu, tidak ada lagi koruptor yang berkeliaran, mampu mengekspor hasil bumi Indonesia dengan lancar dan menjalin kerjasama yang baik dengan dunia internasional. [Nif/Ed]