Pemprov DKI Siap Bantu UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Balaikota, UIN Online – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap membantu pengembangan sarana dan prasarana kampus UIN Jakarta. Namun, kesiapan DKI Jakarta akan dilakukan setelah terlebih dahulu mempelajari proposal yang diajukan pihak UIN Jakarta serta aturan dan mekanismenya.

Hal itu diutarakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat menerima Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat di Gedung Balaikota, Selasa (26/10). Kunjungan Rektor terkait dengan rencana pengadaan sarana dan prasarana kampus seperti pembangunan studion olahraga dan pengadaan bus mahasiswa.

Rektor dalam kesempatan itu didampingi Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Prof Dr (Hc) dr MK Tadjudin SpAnd, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Prof Dr Abuddin Nata, dan Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Drs H Abd Shomad MA. Sementara Gubenur didampingi Kepala Biro Pendidikan Mental dan spiritual HM Sukanta, Asisten Gubernur Bidang Kesejahteraan Masyarakat Mara Oloan Siregar, dan Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto.

“Pada prinsipnya kami setuju dan siap membantu (UIN Jakarta). Karena sebagai Muslim kami juga menyadari bahwa kampus UIN Jakarta adalah aset umat Islam yang harus dikembangkan,” kata Gubernur.

Menurut dia, Indonesia memiliki jumlah penduduk mayoritas Muslim. Karena itu sudah saatnya umat Islam memiliki lembaga pendidikan Islam yang unggul dan maju. Guna memajukan lembaga pendidikan tersebut tentu dibutuhkan upaya-upaya sistematis dan terencana, sehingga dalam pengembangannya harus ada yang menonjol.

“Kami bahkan menyambut positif dengan upaya pihak UIN Jakarta yang dalam misinya di antaranya untuk mencegah radikalisasi pemikiran (keislaman),” katanya.

Sebelumnya, Rektor mengatakan, misi UIN Jakarta sebagai lembaga pendidikan Islam di antaranya telah melakukan upaya-upaya deradikalisasi pemikiran untuk mencegah aksi terorisme. Upaya itu misalnya dengan merekrut calon mahasiswa dari kalangan santri pondok pesantren untuk memperoleh kesempatan menimba ilmu di UIN Jakarta.

“Kampus kami saat ini menerima sejumlah santri melalui program beasiswa untuk kuliah di Fakultas Kedokteran dan llmu Kesehatan. Melalui program tersebut santri tak hanya dididik menjadi dokter desa tapi juga memperoleh wawasan keislaman secara terbuka atau inklusif,” katanya.

Tak hanya itu, UIN Jakarta juga kini telah menjadi jendela Islam dunia, yakni pusat informasi keislaman bagi sejumlah diplomat asing yang ingin mengetahui Islam di Indonesia sebagai the large muslim country. Hingga kini kunjungan diplomat asing masih terus mengalir sejak dari duta besar hingga pejabat setingkat menteri dan kepala negara. (ns)